Angkasa Pura 2

Menkeu Sri Mulyani Apresiasi Penghematan Nilai Proyek LRT Palembang

Ekonomi & Bisnis EmplasemenThursday, 25 May 2017

PALEMBANG (Beritatrans.com) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan terima kasih kepada Menteri Perhubungan karena telah melakukan efisiensi biaya terhadap pembangunan LRT.

“Terima kasih kepada pak Menhub yang telah melakukan review terhadap anggaran LRT yang semula sebesar lebih dari Rp12 triliun menjadi Rp10.9 triliun,” kata Menkeu Sri Mulyani saat melakukan kunjungan kerja ke proyek LRT di Palembang, Kamis (25/5/2017).

Dikatakan, dengan jarak sekitar 24 km dan 13 stasiun yang akan dibangun, LRT dapat membuat Kota Palembang semakin bergairah dari sisi ekonominya. “Namun yang paling penting adalah kita dapat membangun proyek dengan efisiensi serta dengan kualitas baik dan dapat menciptakan kesempatan kerja kepada masyarakat,” kata Menkeu lagi.

Lebih lanjut, Menkeu Sri Mulyani mengaku senang bisa melihat pembangunan LRT di Palembang sebagai salah satu contoh penggunaan anggaran negara dari pajak masyarakat dan dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sri Mulyani mengatakan bahwa pengeluaran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk anggaran infrastruktur sangat besar hingga total Rp300 Triliun dan tentunya diharapkan anggaran tersebut dapat digunakan untuk membuat perekonomian Indonesia lebih maju.

“Tujuan penggunaan anggaran tersebut adalah untuk membuat perekonomian Indonesia maju, mengurangi kemiskinan, menciptakan kesempatan kerja dan mengurangi kesenjangan,” ujar Sri.

“Dengan melihat langsung (ke lokasi proyek), terlihat secara konkret anggaran dana dari APBN tersebut menjadi proyek-proyek seperti yang sekarang ini sedang dikerjakan dan dari sisi rencana waktunya akan selesai dalam waktu dekat. Itu yang akan membuat kita makin bersemangat mengelola keuangan negara secara baik,” tukas Menkeu.

Ini Proyek Yang Dikerjakan

Sementara, Menhub Budi mengatakan walaupun menelan anggaran yang banyak tapi penggunaan anggaran tersebut dapat teraplikasikan serta dapat membangun daerah-daerah di luar Jawa.

“Saya akan tunjukkan kepada Ibu Menteri keuangan inilah yang dikerjakan. Walaupun banyak anggaran yang dibutuhkan namun teraplikasi dan bisa membangun daerah-daerah di luar Jawa serta kita dapat buktikan bahwa kita dapat membangun dengan baik serta dikelola dengan baik dan dikerjakan oleh kontraktor dalam negeri,” tutur Budi.

Dalam kunjungan ini Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa proyek LRT Palembang telah di-review oleh Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan.

“Saya membantu Menteri Perhubungan melalui Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan yang di dalamnya ada 20 orang pakar akademisi dari ITB, UGM, UI, serta para praktisi karena proyek ini termasuk jembatan dengan panjang hingga 24 km termasuk menyeberangi sungai Musi dan sudah di-review oleh komisi tersebut,” pungkas Menteri PUPR.

Komisi ini dibentuk sebagai perpanjangan tangan Menteri Perhubungan dan Menteri PUPR untuk mengawasi teknis pekerjaan pembangunan LRT.(helmi)