Angkasa Pura 2

AP II Siapkan Insentif Maskapai Pada Angkutan Lebaran

Bandara KokpitSelasa, 30 Mei 2017
Pesawat_Garuda_Beritatrans-553x338

TANGERANG (BeritaTrans.com) – PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) menyiapkan insentif di seluruh bandara kelolaannya, bagi maskapai yang mengoperasikan penerbangan tambahan atau extra flight khusus rute domestik pada masa angkutan Lebaran tahun ini.

Menurut Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin, insentif yang diberikan yakni pembebasan biaya atau free of charge jasa pendaratan (landing fee) dan potongan 50% terhadap biaya tarif perpanjangan jam operasi. Pemberian insentif tersebut juga khusus bagi penggunaan pesawat berbadan sedang atau narrow body.

“Sebagai ilustrasi, bila maskapai mengoperasikan pesawat narrow body Boeing 737-800 NG atau Airbus A320 untuk extra flight di Bandara Internasional Soekarno-Hatta maka maskapai tersebut dibebaskan dari biaya jasa landing fee,” jelas Awaluddin di Tangerang, Selasa (30/5/2017).

Ilustrasi lainnya, bila maskapai beroperasi dengan narrow body untuk extra flight di Bandara Supadio, Pontianak, pada pukul 01.00 WIB maka maskapai tersebut mendapat pembebasan biaya jasa landing fee ditambah potongan 50% terhadap biaya perpanjangan jam operasi karena operasional reguler bandara hanya sampai pukul 24.00 WIB.

“Insentif ini kami berikan untuk mendukung kelancaran penerbangan di bandara-bandara AP II, khususnya pada masa angkutan lebaran. Kami juga berharap extra flight tidak membebani operasional maskapai. Dengan kata lain, insentif ini juga sebagai bentuk dari dukungan AP II kepada seluruh maskapai,” urai Awaluddin.

Dia menambahkan, insentif potongan 50% terhadap biaya perpanjangan jam operasi bandara dimaksudkan agar maskapai mau mengoperasikan extra flight di luar jam operasional reguler bandara, sehingga penerbangan tambahan tidak terlalu dekat waktunya dengan jadwal yang sudah ada.

Hal ini juga sebagai salah satu antisipasi dalam mengurai kepadatan saat peak season seperti masa angkutan lebaran,” imbuhnya.

Pemberian insentif ini juga merupakan salah satu inovasi dan strategi dari AP II untuk dapat mengoptimalkan kinerja bandara serta memberikan alternatif pilihan jadwal penerbangan bagi masyarakat.

“Ke depannya, tidak menutup kemungkinan insentif lainnya sesuai dengan kondisi yang ada akan diberikan kepada maskapai, sehingga industri penerbangan di Tanah Air dapat semakin berkembang,” paparnya.

Diharapkan, dengan adanya insentif maka maskapai akan semakin bersemangat untuk menambah penerbangan atau membuka rute-rute baru di bandara-bandara AP II, sehingga dapat mendukung pertumbuhan pariwisata dan perekonomian nasional (omy)