Angkasa Pura 2

Pengerahan Buruh Tanjung Priok Bulan Ramadhan Turun 3,5 %

DermagaRabu, 31 Mei 2017
antarafoto-pengoperasian-ka-logistik-tanjung-priok-240616-adm-2-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pengerahan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Tanjung Priok sedikit menurun pada bulan puasa sekarang ini.

Humas Koperasi TKBM Eddy kemarin mengatakan pada hari biasa Koperasi mengerahkan 1400 TKBM tiap harinya tapi pada bulan puasa ini hanya sekitar 1350 buruh atau terjadi penurunan sekitar 3,5 persen

Eddy mengatakan penurunan kegiatan pada bulan puasa ini sudah lazim terjadi umumnya karena barang
barang impor bahan pangan seperti beras, gula dan sejenisnya cenderung menurun.

Ditanya kebijakan Polling Fisik dalam upaya pemerataan kerja bagi TKBM ? Eddy mengatakan sampai sekarang masih pada tahap pendekatan pada berbagai pihak termasuk pada Perusahaan Bongkar Muat (PBM).

Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok tengah melakukan kajian dan pendekatan kepada pihak terkait dalam upaya melakukan perubahan di tubuh koperasi tersebut.

Eddy mengatakan perubahan dimaksud bertujuan untuk menciptakan pemerataan kerja dan kesejahteraan bagi buruh sekaligus menyesuaikan dengan kemajuan mekanisasi alat bongkar muat kontainer belakangan ini.

Seperti diberitakan sebelumnya dalam upaya menciptakan pemerataan kerja, Koperasi TKBM akan mengembalikan fungsi koperasi sebagai pihak yang berhak mengatur operasional buruh.

Dengan demikian nantinya bagi buruh yang menangani barang non petikemas akan diubah pola pengerahannya dari sistem alokasi ke Perusahaa Bongkar Muat (PBM) menjadi sistem sektor atau polling fisik sehingga koperasilah yang mengatur giliran kerja buruh. Bukan PBM yang menentukan, kata Eddy.

Namun diakui oleh Edy ada hambatan dalam melakukan perubahan sistem operasional buruh ini baik datang dari internal koperasi maupun eksternal (PBM).

Hambatan internal yaitu banyak Kepala Regu Kerja (KRK) yang dialokasikan pada PBM banyak kerjaan tidak rela berbagi dengan buruh lainnya.

Hal serupa juga dilakukan PBM. Mereka ada yang menolak pekerjaannya digantikan oleh buruh lain. Kondisi inilah yang masih alot, kata Edy. (wilam)