Angkasa Pura 2

PKTJ Gelar Seminar Untuk Peringati Hari Lahir Pancasila

Hankam SDMSelasa, 6 Juni 2017
Seminar Pancasila PKTJ

TEGAL (Beritatrans.com) – Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) menyelenggarakan seminar pada hari Jumat (2/6/2017) dengan tema “Perspektif Nilai-Nilai Pancasila Dalam Rangka Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia” bertempat di Aula Puspita, Kampus I PKTJ.

Seminar ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni 2017. Selain itu, seminar tersebut juga untuk meningkatkan pemahaman dan kecintaan para pegawai dan Taruna/I terhadap Pancasila,

Bertindak selaku narasumber adalah Wakil Direktur Pascasarjana UIN Walisongo, Dr. H.A. Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag dan Pasi Teritorial Kodim 0712 Tegal, Mayor Inf. Sugihartono, S.Sos. Selanjutnya yang bertindak selaku moderator adalah Wakil Direktur III Rode Paulus GP, MT.

Direktur PKTJ, Yudi Karyanto, ATD, MSc dalam sambutannya mengatakan, saat ini generasi muda cenderung luntur pemahaman dan penghayatannya tentang Pancasila, sehingga mengabaikan kebhinekaan yang ada di Indonesia.

“Mereka cenderung menggunakan pendekatan kekerasan yang berpotensi memecah belah kehidupan bangsa,” kata Yudi serius.

Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kembali penghayatan dan pengamalan terhadap nilai-nilai Pancasila sangat dibutuhkan termasuk di kampus PKTJ Tegal.

PKTJ Seminar2

Paham Bertentangan Pancasila

Sementara, Mayor Inf. Sugihartono menyampaikan bahwa saat ini telah berkembang paham-paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila yaitu radikalisme dan komunisme (contohnya adalah ISIS dan PKI) yang ingin muncul di tengah-tengah masyarakat.

“Paham-paham ini dapat mengancam kedaulatan bangsa Indoensia jika tidak ditangani dengan serius dan komprehensif,” terang Sugihartono.

Sementara Dr. Hasan Asy’ari menyampaikan bahwa perkembangan teknologi juga membawa dampak negative dimana banyak berita-berita bohong (hoax) yang banyak tersebar terutama melalui media sosial.

Di sini masyarakat harus pandai dan pintar dalam memilih dan memilah informasi (tabayyun) sebelum disebarkan di media sosial. “Strategi yang harus dilakukan adalah dengan menggalakan implementasi 4 pilar kebangsaan pada dunia pendidikan,” tandas Hasan.(Novan/helmi)