Angkasa Pura 2

Memilih Alat Pendeteksi FOD Otomatis Tak Bisa Asal Harganya Murah

Bandara KoridorRabu, 7 Juni 2017
Dedi Dharmawan - pesawat

JAKARTA (Beritatrans.com) – Banyak alat untuk mendeteksi otomatis FOD dilandasan, termasuk mendeteksi kalau ada perubahan dipermukaan landasan yang sering kali tidak terdeteksi secara manual.

“Sebenarnya ada beberapa pendeteksi otomatis FOD yang diproduksi, tapi hanya satu dua yang betul -betul bisa bekerja efektif dan efisien,” kata mantan Kepala Badan Diklat Perhubungan (Sekarang, BPSDM Perhubungan) Ir. Dedi Dharmawan kepada Beritatrans.com, Rabu (7/6/2017)

Menurutnya, memilih alat pendeteksi otomatis inipun tidak bisa asal harganya murah. Kembali harus diingat, efficient is important but safety is Paramount.

Kasus seperti ini, jelas Dedi pernah terjadi di Bandara Ngurah Rai sampai harus menunda beberapa penerbangan tanpa pemberitahuan kepada penumpang, karena mendadak harus memperbaiki kerusakan landasan.

Kasus-kasus FOD tersebut belum lagi ban pecah dan badan pesawat yang robek seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu.
“Selain akan berakibat fatal saat mendarat atau take off, kalau airline menuntut bandar udara, urusannya juga bisa menjadi panjang,” papat Dedi lagi.

Satu dua tahun yang lalu, menurut Dedi, pernah ditetapkan bahwa bandar udara diatas 100 pergerakan perhari perlu dipasang alat pendeteksi otomatis untuk FOD.

“Tapi sepertinya masih menimbang-nimbang, karena harganya memang lumayan mahal. tapi akankah kajsus itu dibiarkan dan terus mengancam keselamatan penerbangan di Tanah Air? Seharunya tidak boleh begitu,” tandas Dedi.(helmi)

loading...