Angkasa Pura 2

Operator Diminta Taati Peraturan Untuk Keselamatan Transportasi

DermagaSabtu, 10 Juni 2017
IMG-20170609-WA0019

IMG-20170609-WA0027

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Operator transportasi diminta untuk menaati peraturan untuk mewujudkan keselamatan transportasi.

Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Transportasi Cris Kuntadi mengungkapkan, kemarin (9/6/2017) bersama Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono meninjau sarana dan prasarana penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

“Tujuannya memastikan terkait keselamatan apakah sudah tercapai atau belum,” jelas Cris kepada BeritaTrans.com, Sabtu (10/6/2017).

Menurutnya, dalam bertransportasi, harus mengutamakan empat hal yakni keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kepatuhan.

“Ini berlaku untuk seluruh moda transportasi,” kata dia.

IMG-20170609-WA0023

Seperti pada kapal penyeberangan, maka harus dipastikan keselamatan dengan melihat kelengkapannya, sehingga penumpang yakin pada saat akan menggunakannya.

Begitu juga dari sisi keamanan, penumpang juga harus tahu apakah kapalnya aman, tidak ada kendala dan barang bawaan aman saat berada di kapal.

“Selanjutnya adalah kenyamanan bagi penumpang, misalnya dengan menyediakan ruang yang berpendingin dan lainnya,” tutur Cris.

Dia menambahkan bahwa bersama KNKT dilakukan peninjauan karena ada fungsi pencegahan dalam mewujudkan keselamatan bertransportasi.

“Jadi KNKT bukan hanya bertugas pada saat terjadi kecelakaan, tetapi juga untuk pencegahan,” imbuhnya.

IMG-20170609-WA0022

Rekomendasi

Usai peninjauan lapangan, maka dia akan melaporkan sekaligus memberikan rekomendasi kepada Menhub terkait kebijakan-kebijakan yang mungkin perlu dikaji ulang untuk peraturan yang sudah ada.

Misalnya saja terkait pelasingan kendaraan pada kapal penyeberangan. Dalam peraturan, kata Cris disebutkan bahwa peralatan dicantolkan pada sasis. Namun pada praktiknya pada sasis kendaraan tidak ada area untuk dilakukan pemasangan alat lasing.

Maka kepada Litbang juga akan diminta untuk meneliti lebih lanjut apakah nanti perlu ada penghubung untuk bisa dipasangkan lasing.

“Karena kalau memasang lasing di area ban misalnya, maka itu tidak tepat, karena rawan. Kalau talinya sudah cukup bagus,” ungkapnya. (omy)

loading...