Angkasa Pura 2

Ratusan Ribu Benih Lobster Digagalkan Diselundupkan Lewat Bandara Soetta

Bandara Kelautan & PerikananMinggu, 11 Juni 2017
unnamed (1)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktorat Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Polri menggagalkan upaya penyelundupan 208.756 ekor benih lobster ke Singapura lewat jasa oknum protokol TNI berinisial Sersan Satu S di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto mengatakan, upaya penyelundupan ratusan ribu benih lobster ini dilakukan pada Jumat (9/6) sekitar pukul 4.20 WIB. Dari penggagalan ini, polisi menangkap seorang pria berinsial AM (37).

“Pelaku memasukkan ratusan ribu benih lobster ke dalam delapan koper. Penggagalan ini hasil kerja sama kami dengan Bea Cukai, Aviation Security (Avsec), dan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jakarta I Kementerian Kelautan dan Perikanan,” kata Ari dalam keterangan tertulis, Minggu (11/6).

Menurut Ari, penyidik telah menetapkan AM sebagai tersangka. Penyidik pun menyita sejumlah barang bukti dari tangan AM, antara lain delapan buah koper berisi benih lobster, uang senilai Rp7,1 juta dan US$525, serta dua buah paspor, dokumen keberangkatan pesawat (boarding pass), dan lima buah bukti bagasi yang seluruhnya atas nama AM.

Selain itu, lanjut Ari, penyidik tengah memburu seorang berinisial J yang diduga berada di Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga saat ini. Sosok tersebut diduga memberikan perintah kepada AM untuk mengantarkan koper berisi benih lobster kepada Sertu S.

Ari menuturkan, upaya penyelundupan ratusan ribu benih lobster ini berpotensi merugikan negara hingga Rp31,313 miliar.

“Tersangka mendapatkan telepon dari J yang saat ini buron untuk mengantarkan benih lobster melalui oknum protokol TNI untuk dikirim ke Singapura,” kata jenderal polisi bintang tiga itu.

Ari menyampaikan, pihaknya telah melepasliarkan sebagian besar benih lobster tersebut di Pantai Carita, Pandeglang, Banten. Penyidik hanya butuh 256 ekor untuk keperluan barang bukti.

Dia pun mengatakan, penyidik akan mengembangkan kasus ini dengan melihat closed-circuit television (CCTV) di Bandara Soekarno Hatta. (via/sumber cnnindonesia.com).