Angkasa Pura 2

Pemerintah Siapkan Langkah Emergency Atasi Masalah Angkutan Lebaran

IMG-20170613-WA0053

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pemerintah menyiapkan beberapa skenario darurat atau tindakan jenis emergency untuk mencegah terjadi kemacetan dan antrean panjang yang bisa menimbulkan korban jiwa pada arus mudik Lebaran 2017. Pemerintah bertekad untuk menyelenggarakan angkutan Lebaran 2017 yang lebih baik, selaman, aman dan nyaman.

“Intinya, jangan sampai terjadinya macet dan antrean panjang dalam kurun waktu lama tanpa solusi. Selain itu juga telah disiapkan tindakan emergency untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto Iskandar di Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Jajaran Kementerian perhubungan baik di pusat atau di daerah siap menyukseskan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2017. “Mereka sudah komitmen untuk melayani masyarakat dengan baik bahkan tidak boleh mengambil cuti baik di awal atau di akhir rangkaian perjalanan mudik Lebaran ini,” jelas Dirjen Pudji.

Menurutnya infrastruktur jalan sudah dibenahi baik di jaur pantura Jawa jalur tengah dan jalur selatan Jawa, selain tol TransJawa meski belum semuanya selesai dibangun. Termasuk di dalamnya penyediaan rest area, kantong parkir termasuk Jembatan Timbang yang akan tutup dan difungsikan sebagai rest area selama mudik dan balik Lebaran besok.

“Kementerian PUPR dan BUMN terkait sudah lakukan persiapan secara maksimal untuk menyukseskan mudik Lebaran tahun ini,” kata Dirjen Pudji lagi.

Jika sampai terjadi kepadatan akan langsung dilakukan upaya rekayasa lalu lintas, baik di tingkat pusat (Mabes Pori), Polda atau Polres yang dilalui arus mudik.

“Kewenangan melakukan rekayasa lalu lintas di tangan Polri. Di bawah koordinasi Kakorlantas Polri, mereka siap melakukan rayakasa dan pengaturan lalu lintas sebaik mungkin,” jelas Pudji lagi.

Seperti dijanjikan Kapolri Jend. Tito Karnavian, jajaran Polri di seluruh Indonesia siap mendukung dan mengamankan perjalanan arus mudik di Indonesia. “Selama arus mudik, tak boleh ada aksi preman, pencurian, pencopetan, pemerasan dan hal lain yang bisa menganggu keamanan dan kenyamanan pemudik,” tukas Pudji menirukan Kapolri Tito Karnavian.

Bila perlu pinta Kapolri, amankan dan ciptakan situasi dan kondisi yang aman menjelang arus mudik Lebaran. “Mulai sekarang harus ditangjap dan diamankan oknum preman tersebut, dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Saat mudik tiba, oknum preman itu sudah tidak ada lagi,” tandas Kapolri.(helmi)