Angkasa Pura 2

KNKT Minta Kementerian Pariwisata dan Pemda Sediakan Tempat Istirahat Yang Cukup Untuk Awak Bus

Aksi Polisi Destinasi KoridorJumat, 16 Juni 2017
downloadfile-1

JAKARTA (Beritatrans.com) – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) meminta Kementerian Pariwisata, Pemda dan pengelola objek wisata untuk menyediakan fasilitas dan tempat istirahat yang cukup dan layak bagi awak kendaraan pariwisata.

“Awak bus pariwisata khususnya pengemudi butuh waktu istirahat yang cukup. Ironisnya selama ini mereka tak pernah terfikirkan bahkan tak bisa istirahat yang cukup di tempat yang layak,” kata Ketua KNKT Dr. Ir.Soerjanto Tjahjono kepada Beritatrans.com di Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Melalui surat No.UMM/ID/22.KNKT/2017 Ketua KNKT berkirim surat kepada Menteri Pariwisata RI. “Intinya KNKT meminta Menteri Pariwisata, Kepala Daerah dan pengelola objek wisata untuk menyediakan fasilitas istirahat bagi awak angkutan bus pariwisata,” kata Soerjanto.

Kecelakaan bus pariwisata yang banyak  terjadi di berbagai daerah sering dipicu karena faktor kelelahan para pengemudi. Kasus ini harus segera disikapi dengan baik agar angka kecelakaab transportasi darat terus berkurang.

 ”Mereka (pengemudi bus pariwisata) bekerja dengan batas waktu yang kurang jelas, terkadang lebih dari 8 jam.  Tapi waktu istirahat mereka kurang bahkan tak terfikirkan dengan baik,”  jelas Soerjanto.

Penyabab Kecelakaan Bus Wisata

Data dan identifikasi KNKT ada beberapa penyebab kasus kecelakaan termasuk bus pariwisata. Mereka itu antara lain 1.Kemacetan di jalan sehingga membuat waktu perjalanan lebih dari 8 jam. 2.Perjalanan panjang lebih 8 jam dan tak tersedia pengemudi pengganti.

3. Pengemudi bus pariwisata tak memiliki jam istirahat yang cukup di tempat tujuan wisata. 4.Tidak baiknya kualitas istirahat pengemudi karena tak ada fasilitas bagi pengudi di tempat tujuan, membuat  pengemudi istirahat di bagasi mobil, atau tempat lain yang kurang kayak.

5.Kurangnya perhatian Pemerintah dan  swasta serta objek wisata memhuat pengemudi kurang maksimal dalam bekerja karena istirahat kurang.

Berkaitan dengan berbagai pertimbangan tersebut, KNKT meminta Kementerian Pariwisata,   Pemda, objek wisata dan PO yang menjadi operator pariwiata kebih peduli dan menyediakan fasilitas istirahat yang cukup bagi pengemudi.

Beberapa kasus kecelakaan yang melibatkan bus pariwisata di Indonesia belakangan salah satu penyebabnya adalah kelelahan pengemudi. Selain faktor penyebab kecelakaan lain yang perlu diperbaiki bersama.

“Mereka kurang istirahat dan memang belum ada fasilitas  istirahat yang layak untuk pengemudi.  Pemangku kepentingan perlu untuk menyediakan fasilitas tidur dan istirahat yang layak untuk pengemudi termasuk pengemudi bus pariwisata ini,” tandas Soerjanto.(helmi)