Angkasa Pura 2

AMT Itu Bukan Karyawan Pertamina Tapi Perusahaan Pihak Ketiga

Energi Koridor SDMSenin, 19 Juni 2017
images-4

JAKARTA (Beritatrans.com) – Awak Mobil Tangki (AMT) pada kenyataannya  mereka bukan karyawan PT Pertamina Patra Niaga.  Mereka  adalah karyawan perusahaan pengelola awak mobil tanki atau sopir tanki yang mendapat pekerjaan borongan mengangkut BBM dari  tangki BBM Pertamina ke SPBU.

Rencana pemogokan personel AMT  belakangan dipicu oleh tindakan manajemen perusahaan induk para AMT, yang kini menjadi mitra dan menerima pekerjaan dari Pertamina untuk mendiatribusikan BBM dari Depo Pertamina ke sejumlah SPBU di Tanah Air.

Data yang dihimpun pers menyebutkan, pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 350 orang AMT dilakukan oleh perusahaannya (bukan oleh Patra Niaga). Jadi AMT adalah pergawai pihak ketiga yang mendapatkan pekerjaan dari Pertamina atau Patra Niaga.

Tindakan tersebut  konon karena indisipliner dan kinerjanya dibawah 75%.  Misalnya, dalam sebulan hanya masuk 7 hari.  Secara ekonomis mereka dinilai tidak produktif dan kurang memberikan kontribusi ke perusahaan.

Jika mereka para AMT mau menuntuk dipekerjakan kembali atau tuntutan lain hendaknya disampaikan ke perusahaan tempatnya bekerja bukan ke Pertamina atau Pertamina Patra Niaga.

Diduga, ada juga tindakan lain yang membuat perusahaan mem-PHK mereka seperti menyerahkan mobil tanki kepada sopir tembak atau  mocok an sebagainya

Jumlah sopir yang melakukan hal seperti itu terjadi lebih dominan di wilayah kerja Depo Pertamina Plumpang  Jakarta Utara.

Sementara, ancaman mogok AMT  juga dilakukan lebih  dominan oleh bekas sopir yang ada di Plumpang. Tapi kekuatan mereka tidak sebesar tahun lalu.(helmi)