Angkasa Pura 2

Dirjen Agus Bilang Go Around Salah Satu Prosedur Keselamatan Penerbangan

Bandara KokpitSenin, 19 Juni 2017
IMG-20170616-WA0017

JAKARTA (bberitatrans.com) – Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso menyampaikan bahwa go around atau membatalkan pendaratan dan kembali mengudara sesuai dengan prosedur keselamatan dalam penerbangan.

“Tindakan go around atau terbang kembali di saat pesawat sudah siap-siap mendarat di runway adalah salah satu prosedur keselamatan penerbangan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso di Jakarta, Senin (19/6/2017).

Prosedur go around diatur dalam Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 91 tentang General Operating and Flight Rules. Oleh karena itu, go around termasuk tindakan yang dibenarkan untuk keselamatan dan patut diapresiasi.

Di sisi lain, prosedur go around bisa dianggap sebagai bentuk ketidaknyamanan bagi penumpang. Namun karena ini termasuk dalam prosedur keselamatan, Agus meminta agar para penumpang maklum. Menurutnya, keselamatan penerbangan lebih penting karena menyangkut nyawa manusia.

“Operator penerbangan baik itu maskapai dan AirNav harus memberi penjelasan terkait kejadian ini sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 425 rute Denpasar-Jakarta membatalkan pendaratannya atau go around di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada hari Minggu, 18 Juni 2017 lalu.

Dari penjelasan AirNav Indonesia, pesawat Garuda tersebut go around pada pukul 15.16 UTC atau jam 22.16 WIB. Go around dilakukan karena pada saat yang bersamaan, masih ada pesawat  Sriwijaya SJ580 rute Jakarta-Makassar di landasan pacu. Pesawat Sriwijaya tersebut tidak jadi terbang  (take off)  karena alasan teknikal. (aliy)