Angkasa Pura 2

Dirut AP I Sebut Keputusan KPPU Kurang Tepat

Bandara KokpitSenin, 19 Juni 2017
IMG-20170619-WA0014

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I Danang S Baskoro mengungkapkan bahwa keputusan Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU) yang menilai PT Angkasa Pura Logistik monopoli di Bandara Hasanuddin, Makassar.

“Kalau boleh menyampaikan, keputusan KPPu ini kurang tepat, karena kami mengelola dua terminal yakni penumpang dan kargo plus pos,” ujar Danang di Jakarta, Senin (19/6/2017).

Dia menegaskan, mengelola kargo pos udara internasional itu, tidak dapat uang. Hal itu lantaran pihaknya kebanyakan menerima kiriman pos luar negeri bukan dalam negeri.

“Karena yang memeroleh uang dari perangko ya dari negara asal, kecuali sebaliknya, bila kita yang mengirim dari Indonesia maka buat kita,” tutur Danang.

Keputusan KPPU dianggap pihaknya prematur dan bisa saja mereka banding ke Pengadilan Negeri (PN).

Danang mengklaim bahwa apa yang dilakukan AP I menyangkut keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kepatuhan dalam menjalankan peraturan.

“Kita ada berapa banyak atau sedikit barang pos yang harus diantar, maka kami salurkan tanpa menunda-nunda,” ungkap Danang.

Ditambahkannya, bila swasta yang mengelola kargo pos, maka akan berorientasi pada komersil. Misalnya saja bila ada barang pos yang sangat sedikit, belum tentu mereka mau langsung mengantar, bisa saja ditumpuk dulu dengan alasan ekonomi.

“Kalau kami berprinsip first come first out, jadi tidak ada yang ditumpuk-tumpuk namun langsung disalurkan,” pungkas Danang.

Sebelumnya diberitakan KPPU menghukum PT Angkasa Pura Logistik dengan membayar denda Rp6.551.558.600 yang harus disetor ke kas negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha. (omy)