Angkasa Pura 2

Ini Rekomendasi KNKT Terkait Operasional Tol Fungsional Pejagan-Gringsing

Aksi Polisi Koridor SDMKamis, 22 Juni 2017
Pejagan 2

JAKARTA (Beritatrans.com) – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencoba mengevaluasi jalan tol fungsional dari Pejagan- Gringsing, Batang Jawa Tengah ini sebelum resmi dibuka untuk pelayanan publik.

Rekomendasi KNKT tersebit disampaikan kepada para pihak terkait seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Mabes Polri, PT Jasa Marga serta masyarakat yang akan menggunakan jakur darurat tersebut saat mudik dan baik Lenbaran 2017.

“Memang terdapat hazard atau bahaya di sana-sini yang patut untuk diwaspadai oleh masyarakat,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam salinan rekomendasi terkait pengoperasijan jalan tol fungsional Pejagang-Gringsing yang diterima Beritatrans.com di Jakarta, Kamis (22/6/2017).

Seperti diketahui, Tim KNKT sudah melakukan penelusurandan pengecekan jalur mudik di jalur Pantura Jawa tengah terutama di ruas tol fungsional dari Pejagang, Brebes menuju Gringsing, Batang, Jawa Tengah.

Dari hasil pemantauan dan kajian mendalamm terkait operasional tol fungsional Pejagang-Gringsing, KNKT memberikan rekomendasi sementara,terkait keselamatan berkendara di jalur darurat ini saat mudik Lebaran 2017.

Rekomendasi dari KNKT terkait masalah tersebut adalah:
- Memakai masker untuk penumpang yang memiliki riwayat alergi debu;
- Pencahayaan mobil harus prima;
- Dalam mengantisipasi tidak tersedianya toilet, diharapkan membawa pispot untuk bersiap siap dalam kondisi darurat.

- Membawa perbekalan yang secukupnya;
- Merencanakan pengisian bbm secara strategic;
- Mempersiapkan nomor telepon angkutan BBM portable untuk pengkondisian saat bbm kritis (nomor telepon sudah tersedia).

Pejagan 3

Dikatakan Soerjanto, pemerintah perlu mempersiapkan nomor telepon Basarnas yang sudah disiapkan agar jika terjadi sesuatu segera dapat terantisipasi (Basarnas sudah menyiapkan tim rescuer termasuk bantuan helikopter).

Pada jalan darurat ini, menurut KNKT, rambu batas kecepatan sudah tepat sesuai dengan kondisi jalan. Oleh karena itu, untuk kelancaran dan keselamatan pemudik agar saat berkendara tidak melebihi batas kecepatan yang ditetapkan (ikuti rambu batas kecepatan);

Ketika melewati jalan bergelombang, jembatan, jalan zigzag, kecepatan kendaraan hendaknya dikurangi. Selanjutnya jangan mengemudi melewati bahu jalan karena banyak terdapat saluran drainase (kendaraan dapat terjungkal).

“Ketika lelah atau mengantuk beristirahatlah, lihat kondisi apakah kendaraan dapat berhenti di rest area, atau berhenti di luar jalan,” terang Soerjanto.

KNKT juga menambakan agar kebijakan pelarangan penggunaan tol di malam hari untuk tetap diteruskan karena belum tersedianya kelengkapan jalan yang memadai (guide post, rambu chevron, dsb).(helmi)