Angkasa Pura 2

CFS Center Tanjung Priok Ujicoba 3 Juli 2017

Another News DermagaSabtu, 24 Juni 2017
Ilustrasi-Bisnis-1-266x187-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Akhirnya … keinginan Pelindo II membangun Container Freight Station (CFS) Center jadi juga.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha Pelindo II Saptono RI mengatakan ujicoba CFS Center akan dilakukan 3 Juli 2017.

Lokasi Container Freight Station (CFS) Center tetap di pergudangan Cargo Distribution Center (CDC) Banda, Pelabuhan Tanjung Prio

Bincang bincang dengan Berita Trans.com kemaren, Saptono mengatakan dengan CFS Center nantinya tarif pelayanan barang impor berstatus less then container load (LCL) bisa single billing.

Ditanya kalau mau jadi CFS Center berarti kegiatan pelayanan barang impor LCL yang sudah eksisting di 10 Tempat Penimbunan Sementara (TPS) selama ini gimana?

Saptono tidak menjawab secara tegas. Dia hanya mengatakan pihaknya siap mengakomodir pelaku usaha yang sudah eksisting ke dalam CFS Center asal mau mengukuti ketentun kita.

Pembangunan fasilitas CFS Center ini sempat ditolak Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Wlayah DKI Jakarta.

Dalam Rapimwil beberapa waktu lalu
ALFI minta agar Pelindo II meninjau kembali rencana membangun fasilitas Container Freight Station (CFS) Center di Pelabuhan Tanjung Priok.

Ketua Umum DPW ALFI DKI Widijanto mengatakan penolakan anggota ALFI atas pembangunan fasilitas CFS Center oleh Pelindo II karena akan mengancam kelangsungan usaha Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Lini II yang sudah menangani barang impor LCL.

Sementara, Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok I Nyoman Gede Saputra mengatakan ALFI gak usah khawatir berlebihan atas pembangunan CFS Center. Karena anggota ALFI yang sudah menangani LCL tetap bisa jalan.

Namun, sebuah sumber mengatakan
nantinya peran Terminal Petikemas di Tanjung Priok ikut menentukan berfungsi tidaknya CFS Center.

” Karena TPS yang selama ini menangani barang impor LCL harus kerjasama dengan Terminal.Petikemas yang umumnya di bawah Pelindo II,” ujar sumber tersebut.

“Nah kalau Terminal Petikemas tidak memperpanjang kerjasama dengan TPS yang selama ini menangani barang impor LCL tentu TPS tersebut akan mati sendiri, ” ujarnya. (wilam)

loading...