Angkasa Pura 2

Pilot Laporkan Ada Gangguan Balon Udara, AirNav Terbitkan NOTAM

KokpitSelasa, 27 Juni 2017
images (4)

JAKARTA (Beritatrans.com) – Perum AirNav Indonesia menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) dengan nomor A2115 berlaku satu bulan sejak diterbitkan 25 Juni 2017 agar pilot waspada

Seperti dikutip dari akun @airnav disebut, ‘NOTAM merupakan pemberitahuan yang berisi informasi mengenai penetapan, kondisi atau perubahan di setiap pelayanan, prosedur atau kondisi berbahaya, berjangka waktu pendek dan bersifat penting untuk diketahui oleh personel operasi penerbangan.

download

Menurut BUMN pelayanan navigasi udara tersebut, banyak pilot yang terbang di Airways W45 dan 17N melaporkan melihat Balon Udara terbang cukup dekat dengan posisi pesawat udara.

“Balon udara tanpa awak membahayakan keselamatan penerbangan sebab dapat bertabrakan dengan pesawat udara,” sebut pernyataan resmi AirNav Indonesia itu.

Dalam laporannya, pilot tersebut menyebutkan, ukuran balon tersebut bisa sangat besar, tinggi mencapai 20 meter lebar 8 meter diterbangkan melalui pembakaran kayu & jerami pada cerobong kecil (gerangan)

Jarak terbang balon bisa mencapi radius 100 NM dari titik pelepasan dengan ketinggian di atas 24.000-28.000 kaki di atas permukaan laut. Bahkan, beberapa balon pecah di udara saat sudah berada di ketinggian yang sama dengan rute penerbangan.

Posisi geografis Kota Wonosobo tepat berada pada jalur udara (airways) W45 dan 17N pada Flight Information Region (FIR) Jakarta.

Oleh karena itu, Perum Airnav Indoensia sebagai satu-satunya BUMN pelayanan navigasi penerbangan sipil nasional menyerukan kepada masyarakat khususnya di daerah Wonosobo untuk tidak menerbangan balon udara.

BUMN AirNav sangat paham dan meghargaai adat dan budaya masyarakat setempat. Namun keselamatan dan keamanan penerbangan harus diutamakan dibandingkan yang lain.(helmi)