Angkasa Pura 2

Artisipasi Arus Balik Lebaran, Polri Siap Lakukan Contra Flow

Aksi Polisi Koridor SDMKamis, 29 Juni 2017
Menhub NTMC Polri

JAKARTA (Beritatrans.com) – Menhub Budi Karya Sumadi telah berkomunikasi dengan Kapolri dan pengelola jalan tol agar baik dari Kepolisian dan pengelola jalan tol melakukan manajemen pengelolaan untuk membatasi kendaraan yang berhenti terlalu lama di rest area. Jika lalin padat, Polri menbyiapkan skenario contra flow terutama di ruas tol Jakarta-Cikampek.

Kementerian Perhubungan juga  mengimbau para pemudik khususnya pemudik sepeda motor untuk memanfaatkan kuota mudik gratis dengan kapal laut dengan titik keberangkatan di Semarang, Jawa Tengah tujuan Jakarta. Saat ini, kuota mudik gratis dengan kapal laut itu masih tersisa 70 persen.

Pada kesempatan yang sama Menhub Budik Karya Sumadi juga menghimbau agar pemudik yang menggunakan angkutan pribadi untuk tidak berlama-lama di rest area, maksimal selama 30 menit. “Jika lebih dari 30 menit maka akan terjadi penyempitan jalan yang bisa menimbulkan kemacetan panjang di ruas tol,” kata Menhub Budi di Jakarta, Rabu (28/6/2017).

“Kepada pemudik, ada case dimana banyak yg ingin istirahat dan berlama-lama, saya menghimbau pemudik tidak berlama-lama di rest area, dianjurkan cukup 30 menit saja, jangan kita mementingkan diri sendiri, gunakan waktu sesingkat-singkatnya karena tempat itu akan digunakan pengguna jalan lain,” jelas mantan Dirut AP II itu.

Contra Flow Mulai Km 68

Sementara itu, Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Benyamin menyampaikan rencana akan diberlakukan contra flow pada kilometer 68 sampai kilometer 40.

“Masalah contra flow arus balik, rencananya kilometer 68 sampai kilometer 40. Ini untuk hindari rest area di km 42, 52, 62. Jadi kita loloskan itu, terutama dari arah Tol Cipali. Kalau dari arah Cipularang tidak bisa,” ujar Benyamin.

Pemberlakuan contra flow ini, lanjutnya akan dilakukan secara situasional macet atau tidaknya jalan tol. Jika lancar contra flow tidak akan diberlakukan. Antisipasi kemacetan lainnya yaitu pihaknya akan membebaskan pembayaran di Gerbang Tol Cikarang Utama jika antrian ke arah Jakarta sudah mencapai 5 kilometer.

“Tak ada skenario buang ke arteri di arus balik. Apabila di Cikarang Utama sampai dengan 5 kilometer ekornya (kemacetan), baru kita loloskan tak berbayar sampai itu mencair. Setelah cair, dikembalikan seperti semula. Lihat volume juga,” pungkas Benyamin.(helmi)