Angkasa Pura 2

Subdisi Listrik 900 VA Dicabut, DPR Gagal Perjuangkan Nasib Rakyat

Another NewsJumat, 30 Juni 2017
PLN Gambir

JAKARTA (Beritatrans.com) – DPR RI (termasuk yang ada di grup PN1 ) gagal memperjuangkan kepentingan rakyat, dengan menyetujui pencabutan subsidi bagi masyarakat 900 valt amphere (VA).

“Selama ini, efisiensi PLN tidak pernah diawasi dan audit foreknsi terhadap PLN tak pernah dilakukan, hanya menyetujui saja pencabutan subsidi,” kata Syafril Sjofyan, pengamat kebijakan publik, aktivis 77-78 di Jakarta, Jumat (30/6/2017).

Menurutnya, kegagalan dalam meloloskan pencabutan subsidi listrik 900 VA, merupakan kegagalan Fraksi di DPR RI sekaligus  merupakan kegagalan partai-partai di lembaga tinggi negara itu.

Pembangunan Listrik, menurut Sjofyan, seharusnya merupakan infrastruktur yang merupakan tanggung jawab pemerintah. Artinya,  subsidi wajib dilakukan pemerintah sesuai UUD 45 yang asli.

“Listrik bukan merupakan komiditi yang harus mencari keuntungan. Seperti diketahui, tahun  2016  PLN untung bersih Rp10,5 triliun, sementara pemerintah mendapatkan pajak Rp5 triliun,” tandas Sjofyan.(helmi)