Angkasa Pura 2

20 Taruna Korps Marinir AAL Kelar Pendidikan Komando

Hankam SDMSenin, 3 Juli 2017
03072017 Penerimaan Dikko Taruna  Marinir AAL (2)KOR

SURABAYA (BeritaTrans.com) – Derap langkah komando 20 Taruna Tingkat III Korps Marinir AAL Angkatan ke-63 Tahun 2017 menggetarkan ksatrian Akademi Angkatan Laut Bumimoro, Surabaya.

Wajah tempur calon Perwira Korps Marinir ini tampak terlihat saat diterima oleh  Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M. dalam suatu upacara militer di  lapangan Banda, Mako Akademi Angkatan Laut, Bumimoro, Surabaya, Senin (03/07).

2017-07-03 19.17.30

Upacara militer tersebut dilaksanakan setelah para Taruna Tingkat III Korps Marinir AAL usai menjalani pendidikan komando (Dikko) selama 85 hari di Pusat Latihan Pertempuran Marinir.

Dalam latihan ini,  Taruna Tingkat III telah melaksanakan lima tahap latihan yang meliputi Tahap Dasar Komando, Tahap Laut, Tahap Komando Hutan, Tahap Gerilya Lawan Gerilya dan Tahap Lintas Medan di tempat latihan berbeda yaitu di Baluran, Pantai Jangkar, Karang Tekok Situbondo, Hutan Selogiri Banyuwangi, Kalipuro dan Bromo Probolinggo hingga Surabaya.

Semua materi latihan harus dilaksanakan sebagai syarat untuk mendapatkan Brevet Komando dan Baret Ungu, baret kebanggaan prajurit Korps Marinir.

Dalam amanatnya, Gubernur AAL Laksda TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M. mengatakan bahwa latihan khusus pendidikan komando merupakan salah satu program latihan bagi para Taruna Tingkat III Korps Marinir Angkatan ke-63 yang telah ditetapkan pada Program Pelaksanaan Pendidikan (Prolakdik) AAL Tahun 2017 yang bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan dan pengetahuan sebagai prajurit komando, baik tingkat perorangan maupun tingkat satuan kecil.

Sedangkan sasaran dari latihan Dikko ini, kata Gubernur AAL, agar para Taruna Korps Marinir memiliki keterampilan untuk mengatasi berbagai rintangan alam maupun buatan yang dihadapi dalam pertempuran, dan memiliki kemampuan teknik dan taktik bertempur satuan kecil di daerah rawa maupun daerah berhutan/gunung.

Selain itu, melaksanakan tugas-tugas khusus secara perorangan maupun kelompok dibawah kondisi yang tidak menguntungkan serta memiliki kemampuan dalam menerapkan taktik gerilya maupun lawan gerilya.

Pisau Komando Perak yang merupakan simbol peserta latihan Dikko terbaik diraih oleh Sermadatar Marinir Yan Rikson Sawen.

Pelepasan toggle rope oleh Gubernur AAL menandai berakhirnya Lattek Dikko dan penerimaan para  Taruna Tingkat III Korps Marinir Angkatan ke-63 tahun 2017. Gubernur AAL mengucapkan Selamat atas keberhasilan dalam melaksanakan tugas latihan Dikko tahun 2017 dengan aman dan lancar.

Hadir dalam upacara penerimaan Satgas Lattek Dikko tersebut Wagub AAL Brigjen TNI (Mar) Rudy Andi Hamzah, S.AP., pejabat utama AAL, pelatih dan instruktur Taruna AAL. (agus w).