Angkasa Pura 2

Ini Program Prioritas Kemenhub 2018 Dan Fokus Setiap Subsektor Transportasi

Menhub Pagu Anggaran18

JAKARTA (Beritatrans.com) – Tahun 2018 Kementerian Perhubungan memiliki total Pagu Indikatif sebesar Rp48,486 triliun. Kementerian yang dipimpiun Menhub Budi Karya Sumadi bertekad mencapai realisaisi yang sebesar-besarnya dengan hasil yang optimal.

Adapun rincian Pagu Indikatif di lingkungan Kemenhub sebagai berikut: Sekretariat Jenderal Rp0,58 triliun, Inspektorat Jenderal Rp0,10 Triliun, Ditjen Perhubungan Darat Rp4,58 Triliun.

Ditjen Perhubungan Laut Rp11,60 triliun, Ditjen Perhubungan Udara Rp9,14 triliun, Ditjen Perkeretaapian Rp17,59 triliun, Badan Penelitian dan Pengembangan Rp0,14 triliun, Badan Pengembangan SDM Perhubungan Rp4,52 triliun, dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Rp0,20 triliun.

Menhub menjelaskan dalam rangka menjaga pertumbuhan ekonomi tahun 2017 dan mendorong pertumbuhan ekonomi tahun 2018, maka belanja Pemerintah diprioritaskan untuk pencapaian sasaran Prioritas Nasional. Untuk itu, Menhub memfokuskan Pagu Indikatif yang dimiliki pada 4 (empat) program prioritas tahun 2018.

“Kami memiliki total Pagu Indikatif sebesar Rp 48,486 Triliun. Nilai tersebut kami bagi menjadi 4 (empat) fokus prioritas program tahun 2018, diantaranya meningkatkan keselamatan dan keamanan transportasi, kapasitas sarana dan prasarana transportasi, kualitas layanan umum transportasi, menyelenggarakan tata kelola, regulasi dan dukungan manajemen di lingkungan Kemenhub,” jelas Menhub.

Menhub menambahkan para sub sektor di lingkungan Kemenhub terus berupaya mengoptimalkan dan fokus kepada sasaran pembangunan.

Sebagai informasi, Ditjen Perhubungan Darat terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitas baik prasarana maupun sarana, dengan target sebagai berikut:

1. Pembangunan BRT sebanyak 200 unit;

2. Pembangunan terminal tipe A sebanyak 11 lokasi;

3. Rehabilitasi/peningkatan terminal tipe A sebanyak 8 lokasi;

4. Pembangunan kapal penyeberangan sebanyak 7 unit;

5. Pembangunan pelabuhan penyeberangan sebanyak 16 lokasi.

Sedangkan Ditjen Perkeretaapian, membangun jalur kereta api yang terintegrasi dan menyeluruh termasuk reaktivasi jalur kereta api, pelayanan dari dan ke bandar udara serta menuju pelabuhan.

Program tersebut dimaksudkan untuk mengurangi beban jalan raya untuk angkutan peti kemas dan meningkatkan pembangunan angkutan perkotaan berbasis rel, dengan target antara lain :

1. Peningkatan jalan kereta api sepanjang 730 km’sp;

2. Peningkatan dan rehabilitasi jalur kereta api sepanjang 45 km’sp;

3. Pembangunan bangunan khusus sebanyak 1 unit.

Sementara itu, Ditjen Perhubungan Laut terus berupaya meningkatkan pelayanan untuk kelancaran distribusi barang dan mobilitas manusia serta menunjang dan mengembangkan program tol laut, dengan target sebagai berikut :

1. Pembangunan pelabuhan laut sebanyak 15 lokasi;

2. Pembangunan kapal perintis sebanyak 65 unit.

Sedangkan Ditjen Perhubungan Udara meningkatkan pelayanan dengan pengembangan fasilitas utama bandar udara melalui perpanjangan runway dan pembangunan terminal penumpang serta pembangunan bandar udara baru.
Hal ini bertujuan bukan hanya untuk membuka aksesibilitas melainkan juga untuk pemerataan pelayanan khususnya untuk angkutan udara, dengan target antara lain penyelesaian pembangunan 8 bandar udara baru.

Adapun Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan melakukan revitalisasi SMA/SMK dan pemberian beasiswa bagi masyarakat di daerah terluar, terdalam, terisolir dan perbatasan.

Selain itu juga terus mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan, dengan target sebagai berikut :

1. Lulusan SDM transportasi darat sebanyak 8.405 orang;

2. Lulusan SDM transportasi laut sebanyak 523.450 orang;

3. Lulusan SDM transportasi udara sebanyak 10.708 orang;

4. Lulusan SDM transportasi aparatur sebanyak 9.047 orang.(helmi)