Angkasa Pura 2

67 Taruna Penerbang STPI Ikuti Prosesi Penceburan ke Danau STPI

SDMSenin, 10 Juli 2017
Capt Novy siram2

IMG-20170710-WA0115

CURUG (Beritatrans.com) – Sebanyak 67 taruna penerbangan batch 67 Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) mengikuti acara penceburan ke Danau STPI Curug, sebagai wujud syukur atas keberhasilan mereka terbong solo tanpa di dampingi instruktur penerbang.

Ritual penceburan ke danau ini, dilakukan di Danau STPI, tepatnya di samping Lapangan Perwira Angkasa, Curug, Senin (10/7/2017) sore. Prosesi penceburan taruna penerbang STPI dipimpin dan diawali oleh Ketua STPI capt. Novyanto Widadi, S.AP, MM.

Ikut hadir mendampingi Kepala Jurusan Penerbang STPI Capt. Roy PS. Nainggolan dan para instruktur penerbang di kampus penerbangan tersebut. Tak ketinggalan Kabag Administrasi Umum STPI Afen Sena, S.SiT, M.Sc dan staf STPI.

Proses penceburan ke Danau STPI diawali dengan penyiraman air kembang oleh pimpinan STPI atau instruktur penerbang di STPI di dampingi orang tua masing-masing taruna. Satu-persatu mereka diceburkan ke Danau STPI, sesuai urutan mereka yang berhasil menyelesaikan terbang solo.

STPI Capt Deasy pilot
Kajur Penerbang STPI Capt. Roy PS Nainggolan dalam laporannya menyebutkan, sebanyak 67 taruna penerbang batch 67 STPI sudah berhasil terbang solo. Kini, mereka masih harus menambah jam terbang untuk meraih sertifikat PPL, CPL dan akhirnya masuk kerja di maskapai penerbangan.

“Prosesi penceburan ke kolam bagi taruna penerbang ini dilakukan sebagai tradisi dan wujud syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas keberhasilan para taruna. Selain itu juga sebagai bentuk laporan kepada orang tua dan wali taruna atas prestasi dan capaian putra-putrinya dalam menempuh pendidikan penerbang di STPI Curug,” jelas Capt. Roy.

STPI Cebur Pilot2

Tahap Awal Seorang Pilot

Sementara, Ketua STPI Capt. Novyanto Widadi, S.Ap, MM menyampaikan apreasi dan selamat atas keberhasilan para taruna penerbang batch 67 STPI yang sudah berhasil menyelesaikan tahapan terbang solo.

“Terbang solo merupakan tahap krusial yang harus dilalui setiap taruna penerbang. Inilah tahap pertama harus dilalui seorang pilot dan mereka bisa terbang solo serta dinyatakan lulus sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Capt. Novy.

Tapi, orang nomor satu di STPI itu meminta seluruh taruna penerbang batch 67 jangan berbangga dulu, karena tugas dan tantangan lain yang lebih berat masih harus diselesaikan sebelum dilantik menjadi pilot.

“Kalian adalah calon pilot terbaik di STPI. Terus belajar dan tingkatkan kemampuan dan profesionalisme sebagai penerbang muda di Indonesia. Masa depan dan kejayaan industri penerbangan Indonesia bahkan dunia ada di pundak kalian,” tandas Capt. Novy.(helmi)