Angkasa Pura 2

Djoko: Banyak Item Tak Bisa Dipenuhi Operator Taksi Online

Koridor OtomotifRabu, 12 Juli 2017
uber driver

JAKARTA (Beritatrans.com) – Ada yang salah kaprah dengan transportasi on line. Seolah murah, memang murah diawal operasi, tapi tidak menjamin murah selamanya.

“Keberadaan on line sebagai jawaban kehuruhan warga yang haus layanan murah, cepat dan mudah. Tapi belum tentu ada jaminan selamat, aman dan nyaman,” kata Kepala Lab Transportasi Ujika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno, ST, MT kepada Beritatrans.com, Rabu (12/7/2017).

Dikatakan untuk menjamin adanya rasa selamat, aman, nyaman dijabarkan dalam SPM (standar pelayanan minimum).

Sementara, penyelenggaraan transportasi umum tidakĀ  dalam trayek, sudah diatur dalam Permenhub Nomor 28 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 46 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Dalam SPM tersebub, menurut Djoko sudah mencakup aspekĀ  keselamatan, keamanan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan dan keteraturan.

Ke enam aspek tersebut, papar Djoko, sebagian besar tidak dapat dipenuhi oleh operator taksi on line. “Artinya, dapat merugikan konsumen jika terjadi sesuatu,” tukas Djoko.

Misalnya, lanjut dia, pengemudi dalam kondisi sehat fisik dan mental. Bagaimana operator taksi on line mengetahui dan memastikan untuk menyatakan pengemudinya dalam kondisi sehat fisik dan mental, karena tidak ada pertemuan fisik.

Belum lagi waktu kerja pengemudi maksimal 8 jam sehari yang selanjutnya dikondisikan oleh operator taksi dangan sistem 2-1 untuk pengemudinya, yaitu 2 hari kerja & 1 hari istirahat.

“Masih banyak lagi item lain yang tertera dalam Permenhub tersebut yang tidak bisa dilakukan taksi on line,” kilah Ketua MTI Jawa Tengah itu.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari