Angkasa Pura 2

Gandeng Polri, TNI & KPK, Sri Mulyani Bikin Satgas Libas Importir Nakal Di Pelabuhan

Aksi Polisi Dermaga Hankam KPKRabu, 12 Juli 2017
Menteri Keuangan Sri Mulyani, saat menghadiri Lomba Menembak yang dilaksanakan Ditjen Bea dan Cukai

2017-07-12 18.50.04

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menteri Keuangan Sri Mulyani membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Impor Berisiko Tinggi. Satgas ini melibatkan TNI, Polri, Kejaksaan, hingga KPK.

Fokus kerja akan menyasar pelabuhan-pelabuhan yang menjadi pintu masuk dan keluar barang-barang dan menjadi denyut perekonomian Indonesia.

“Ada Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Belawan dan seluruh perairan timur dari Sumatera,” ujar Sri Mulyani saat menggelar konferensi pers di Kantor Pusat Ditjen Bea Cukai, Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Selama ini, impor berisiko tinggi memiliki peluang penyelewengan yang besar. Praktik ini selalu merugikan negara lantaran penerimaan bea cukai jadi tidak optimal.

Keterlibatan TNI dan Polri dinilai penting lantaran selama ini Sri Mulyani kerap mendapatkan laporan adanya oknum TNI atau Polri yang ikut membekingi para importir nakal.

Akibatnya, petugas bea cukai segan menertibkan importir tersebut.

“Agar jajaran saya bersih dan tidak ada lagi alasan, maka dibutuhkan kerja sama (dengan TNI Polri),” kata Sri Mulyani.

Ia menuturkan, pembentukan Satgas dan komitmen TNI-Polri mendukung penuh penertiban Importir nakal, merupakan sinyal kepada jajaran Ditjen Bea Cukai untuk tidak lagi menggunakan pembekingan sebagai alasan ketidakmampuan menindak importir nakal. (moy/sumber: kompas.com).