Angkasa Pura 2

Jangan Biarkan Warga Jemaja Terus Bertaruh Nyawa Saat Naik Kapal Pelni

Dermaga Perspektif Bang AweRabu, 12 Juli 2017
2017-07-12 19.10.21

maxresdefault

ANAMBAS (BeritaTrans.com) – Lebih dari satu dekade KM. Bukit Raya melayari perairan Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau.

Kapal Motor milik PT Pelni itu masih tetap menjadi transportasi primadona masyarakat di daerah perbatasan dengan Malaysia tersebut.

Kapal Bukit Raya yang berkapasitas 900 tempat tidur namun dapat menampung hingga 1.500 penumpang itu dengan setia terus melayani masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas yang akan berlayar ke Tanjung Pinang maupun ke Natuna. Bukit Raya siap mengarungi hamparan Laut Cina Selatan hingga ke pulau Bintan, Bangka Belitung, sampai ke Jakarta, dan Kalimantan Barat.

Bukit Raya semakin menjadi pilihan primadona pada musim lebaran maupun liburan sekolah. Di musim-musim utara yang berombak kencang dan terjadi dari bulan Oktober hingga Februari, Bukit Raya merupakan satu-satunya transportasi laut pilihan.

Sebab pada musim tersebut ferry cepat yang juga melayani masyarakat Anambas tidak dapat melayari kawasan ini. Belum lagi pesawat penumpang jenis fokker 50 yang singgah di Anambas empat kali seminggu sering tidak dapat terbang karena faktor cuaca.

Japal itu enjadi pilihan warga Anambas selain karena dirasa lebih aman, juga karena harga tiketnya yang terjangkau dibandingkan dengan harga tiket ferry cepat yang mencapai dua kali lipatnya dan harga tiket pesawat yang mencapai Rp.1.050.000,

Bagi masyarakat ekonomi lemah tentu saja berlayar dengan KM Bukit Raya adalah pilihan pas, walau konsekuensinya penumpang harus berdesak-desakan ketika hendak turun dan naik ke kapal, ditambah lagi konsekuensi supaya pasrah berehat di lorong-lorong kapal apabila tidak kebagian tempat tidur.

Bagi mereka yang punya uang lebih, membeli tiket untuk kelas I dan II atau menyewa kamar ABK adalah cara yang terbaik supaya bisa rehat dengan nyaman selama 18 jam diatas kapal untuk pelayaran dari Tarempa ke Kijang. Namun tentu saja jumlah kelas I dan II sangat terbatas, jadi walaupun anda anda adalah seseorang dengan uang yang cukup banyak belum tentu dapat menikmati fasilitas ini.

Bagi masyarakat Anambas yang tinggal di pulau Jemaja dan sekitarnya dituntut kesabaran dan keikhlasan yang ekstra, sebab di wilayah ini Bukit Raya tidak bisa merapat seperti halnya di Tarempa, sehingga para calon penumpang harus menggunakan perahu bermotor/ pompong untuk bisa mencapai KM. Bukit Raya yang berlabuh di tengah laut.

Kenyataan lain dari Bukit Raya yang menjadi primadona itu adalah karena kapal tersebut kadang-kadang tidak dapat beroperasi karena alasan port stay, di saat justru warga sangat membutuhkannya, misalnya seperti pada bulan puasa atau musim liburan. Kalau sudah begini mobilitas masyarakat dan pergerakan ekonomi tentu akan terganggu.

Karena Warga Letung meminta agar pembangunan pelabuhan Berhala yang terletak di Kelurahan Letung Kecamatan Jemaja terus digesa supaya bisa selesai sesuai dengan yang ditentukan. Pelabuhan itu akan diperuntukan sebagai pelabuhan penumpang untuk kapal besar seperti kapal KM Bukit Raya.

“Kami berharap kepada kontraktor dapat lebih serius atau konsen terhadap pekerjaannya, jangan sampai tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya, kerena itu sangat ditunggu-tunggu warga selama ini,” ungkap Bahri selaku tokoh masyarakat Jemaja, Selasa (11/7/2017).

Warga sudah bosan, kapal Pelni selalu labuh jangkar lalu gunakan perahu sebagai alat bantu turun naik para penumpang ditengah laut. Menurutnya itu sangat beresiko. Oleh karena itu dirinya berharap hika pelabuhan itu selesai, kedepannya tidak ada lagi penumpang kapal KM Bukit Raya diturunkan atau naik di tengah laut, karena kapal sudah bisa sandar di pelabuhan.

“Naik turun penumpang di Letung masih beresiko karena masih menggunakan perahu sebagai alat bantu naik turun penumpang,” jelasnya.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas Nurman, mengatakan, proyek itu dikucurkan dari Kementerian Perhubungan. Terkait teknis ia tidak mengetahui secara pasti, sebab pihaknya tidak pernah dilibatkan.

Diakuinya, sejauh ini warga sekitar Kecamatan Jemaja sangat membutuhkan pelabuhan tersebut yang diperuntukan bagi para penumpang kapal KM Bukit Raya atau sejenisnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Pemerinta Pusat khususnya di Kementerian Perhubungan sangat konsen terhadap sejumlah pembangunan untuk Anambas, selain pembangunan Runway juga diperhatikan termasuk pelabuhan Roro yang berada di Kecamatan Pelmatak.

“Pemda akan terus mengajukan dan meminta anggaran kepemerintah pusat demi terwujudnya impian dari masyarakat Anambas pada umumnya,” ungkapnya.
(awe/ sumber: batampos.co.id dan putraanambas.blogspot.com)

Foto: antaranews.com