Angkasa Pura 2

Transportasi Umum Harus Jadi Orientasi Pembangunan di Yogyakarta

Destinasi Emplasemen KoridorRabu, 12 Juli 2017
trans_jogja

JAKARTA (Beritatrans.com) – Penyediaan layanan transportasi umum yang selamat, aman, nyaman, dan terjangkau selayaknya menjadi orientasi pengembangan wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) agar pada masa mudik Lebaran atau peak season lainnya di Kota Pelajar ini tidak dipenuhi oleh kendaraan pribadi.

“Oleh karenaya, perlu membangun transpoirtasi umum yang baik, aman dan selamat serta terintegrasi dengan baik. Dalam keseharian juga membantu memperlancar arus wisatawan yang datang ke DIY,” kata kata Direktur Intrans dan anggota MTI Darmaningtyas menjawab Beritatrans.com di Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Menurutnya, layanan angkutan umum yang selamat, aman, nyaman, dan terjangkau juga merupakan simbol peradaban suatu kota. Kota-kota terbaik di dunia selalu ditandai dengan layanan angkutan umum yang bagus dan manusiawi.

Satu-satunya angkutan umum massal yang dimiliki oleh DIY hanyalah TransJogja. “Namun selain jumlah busnya terbatas, jalurnya mutar-mutar (mbulet), dan sering harus pindah (transfer) armada di 1-3 halte karena tidak ada yang langsung sampai tujuan, layanan seperti itu kurang efisien bagi wisatawan,” kritik Darmaningtyas.

Seperti dilansir melalui facebook pribadinya, Darmaningtyas memberikan saran, “bila Pemprov DIY dan Pemkot Yogyakarta khususnya ingin mengikat wisatawan agar betah tinggal di DIY lebih panjang, serta mampu menyediakan angkutan mudik yang berkeselamatan. Diperlukan pembenahan mendasar, dari soal pembangunan infrastruktur, pengadaan sarana, sampai dengan masalah operasional agar layanan transportasi tersebut tetap terjaga prima,” sebut staf pengajar di Perguruan Taman Siswa itu.

Optimalkan Dana Keistimewaan

Ketersediaan Dana Keistimewaan (Danais) semestinya dapat menjadi stimulus untuk perbaikan perbaikan angkutan umum di DIY guna menunjang mobilitas warga sehari-hari, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor saat mudik, maupun memperlancar dan memperingan mobilitas wisatawan.

Belajar dari Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT KAI) dalam mereformasi layanan KAI sehingga menjadi lebih selamat, aman, nyaman, dan manusiawi; sesungguhnya Pemprov DIY dan Pemkot Yogyakarta juga mampu mewujudkan layanan angkutan umum di wilayah DIY yang selamat, aman, nyaman, terjangkau, serta mudah diakses 24 jam.

“Kuncinya adalah pada kemauan politik: mau atau tidak! Ironis bila Kota Pelajar dan Kota Budaya tapi minus angkutan umum,” tadas Darmanistyas.(helmi)