Angkasa Pura 2

Genjot Angkutan Logistik Dari Gedebage, KAI Logistic Pangkas Tarif 50%

EmplasemenKamis, 13 Juli 2017
IMG-20160110-WA0002

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Kereta Api Indonesia kembali menghidupkan angkutan logistik menggunakan peti kemas di Terminal Gedebage.

Penurunan tarif hingga 50 persen diharapkan akan dapat menarik minat pengusaha untuk kembali menggunakan jasa angkutan kereta barang.

Corporate Deputy Director of Freight Marketing and Sales PT KAI Logistic, John Robertho, pihaknya mengembalikan fungsi terminal dari terminal penimbunan sementara menjadi drive port.

Dengan perubahan status dan fungsi terminal itu sejak Januari 2017, diharapkan kejayaan terminal Gedebage kembali seperti tahun 1987 saat pertama kali berdiri.

“Sekarang kami mau mengembalikan terminal peti kemas Gedebage seperti tahun 1987. Statusnya drive port. Pertemuan ini tujuannya bagaimana angkutan barang lewat KA kami hidupkan lagi,” kata John saat berdiskusi dengan para pengusaha di Hotel Shakti, Kota Bandung, Rabu 12 Juli 2017.

Dia menjelaskan, Terminal Gedebage merupakan satu-satunya terminal peti kemas di Kota Bandung. Setelah pembangunan ruas-ruas tol baru, diakuinya terjadi penurunan drastis pengguna angkutan logistik peti kemas.

“Satu-satunya peti kemas di Bandung ya di Gedebage. Setelah ada tol jadi menurun drastis. Kami tanya pengusaha dan forwarder kenapa lari dari kita? Kami usahakan agar mereka balik lagi,” ujarnya.

Dengan mengundang para pengusaha, ungkap John, diketahui bahwa selama ini yang menjadi kendala angkutan barang dan logistik kereta api adalah tarif dan jadwal keberangkatan. Dia mengaku sudah memangkas tarif hingga 50 persen agar dapat bersaing dengan tarif angkutan logistif menggunakan truk.

“Kami siap memangkas. Maksimal sama dengan trucking. Artinya, tidak melebihi tarif angkutan menggunakan truk,” ujar John.

Untuk jadwal keberangkatan, John mengaku siap memenuhi kebutuhan pengusaha yang selama ini mengeluhkan keterlambatan. Selama ini, pihaknya hanya mengoperasikan satu rangkaian setiap tiga hari per pekan.

Kini, pihaknya menyiapkan enam rangkaian kereta barang yang siap beroperasi setiap hari dengan waktu tempuh sekitar 4,5 jam. Dia menargetkan, pengiriman mencapai 300 teus per hari mengingat daya tampung mencapai 1.000 teus per hari.

“Kapasitas Gedebage 1.000 teus per hari. Angkutan kita dulu sampai 15 gerbong atau 30 kontainer. Satu hari kalau kali 6 bisa sampai 90. Kita bisa tampung 1.000 teus per hari,” tuturnya.
Solusi

Menurut Direktur PT KAI Logistic Junaidi, pengoptimalan kembali angkutan logistik dengan peti kemas merupakan solusi atas transportasi nasional yang sudah sangat padat. Sebagai anak perusahaan logistik, pihaknya telah bersepakat dengan PT KAI dan MTI untuk mengembalikan fungsi pengelolaan Gedebage seperti awal berdiri.

Dia meyakini, pengembalian terminal Gedebage menjadi drive port akan memangkas pengeluaran logistik pengusaha, di antaranya dwelling time. Melihat pangsa pasar dan kebutuhan angkutan logistik, dia optimistis dalam 5-10 tahun ke depan, angkutan kereta barang akan menjadi primadona.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur PT Duta Artha Selaras, Eka Patria, menyatakan, jika semangatnya untuk mereduksi biaya logistik, dia berharap ada keputusan dan bukan hanya wacana. Kemudian, skema biaya untuk logistik segera dikeluarkan agar lebih jelas.

Selama ini, Eka menilai, biaya logisitik angkutan kereta kurang kompetitif. Dia berharap penurunan biaya tidak hanya dilakukan oleh PT KAI, tetapi juga biaya lainnya yang dinilai masih mahal.

“Biaya kereta api hanya 45 persen, sisanya dari repo dan lain-lain. Jika biaya kereta api turun 50 persen, diharapkan biaya all-in bisa turun 30 persen -35 persen. Semoga saja semua bisa di-reduce menjadi satu biaya yang kompetitif untuk melawan trucking,” ucapnya. (ray/sumber pikiranrakyat.com)