Angkasa Pura 2

Bandara Bintan Dibangun Salim Group & Sriwijaya Air Beroperasi Tahun 2020

Bandara DestinasiJumat, 14 Juli 2017
Future-Bintan-Air-Terminal-Airside-Final

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Bintan Resort Cakrawala, salah satu pengelola tempat wisata di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, terus membenahi kondisi infrastruktur, salah satunya dengan membangun bandar udara.

Saat ini, Bintan Resort bersama Sriwijaya Air mengerjakan proyek Bandara Bintan. Bandara ini memiliki luas total 1.300-1.500 hektare (ha).

Anggaran pembangunan bandara yang ditargetkan selesai pada tahun depan ini mencapai 100 juta dollar AS hingga 150 juta dollar AS.

Adapun pembiayaan proyek tersebut sepenuhnya berasal dari Gallant Venture, induk perusahaan Bintan Resort yang dimiliki Salim Group.

Selain bandara, peluang lain yang digarap dari kerja sama tersebut ialah pembangunan fasilitas bengkel pesawat atau maintenance repair overwhole (MRO) milik Sriwijaya Air di area bandara tersebut, termasuk pembuatan landasan baru.

Pada tahap pertama, pembangunan mencakup runway sepanjang 3.000 meter, gedung bandara dan MRO. Targetnya, pembangunan tahap pertama kelar pada tahun 2019 dan setahun kemudian siap operasional.

”Kami sudah mulai land preparation, hanya sekarang ini sedang membuat aspal runaway dan membangunan bandara,” kata General Manager PT Bintan Resort Cakrawala Abdul Wahab, kepada Kontan, Rabu (12/7/2017).

Kelak, dengan selesainya pembangunan bandara tahap pertama ini diharapkan bisa mendatangkan sebanyak dua sampai tiga juta wisatawan ke Pulau Bintan.

Tahap kedua

Untuk tahap dua, pembangunan meliputi airport hub, yang mana akan terdapat industri maskapai dan sekolah penerbangan. Keberadaan sekolah ini untuk mempersiapkan tenaga kerja di sektor tersebut. Target penyelesaian tahap kedua di tahun 2025.

“Kami menargetkan setelah airport hub selesai, bisa mencetak 25.000-35.000 tenaga kerja ahli dari berbagai wilayah di Indonesia” klaim Abdul.

Selanjutnya pada tahap ketiga, akan dibangun runway kedua. Sejauh ini, Bintan Resort hanya fokus pada pembangunan Bandara Bintan. Abdul mengungkapkan, pihaknya belum ada rencana ekspansi lainnya.

Terkait fasilitas MRO, Bintan Resort dan Sriwijaya Air melayani reparasi pesawat dari maskapai penerbangan lain. Pertimbangannya, jumlah bengkel pesawat di Indonesia masih terbatas. Akibatnya, kebanyakan pesawat yang rusak harus diperbaiki di luar negeri.

“Kami juga akan menerima international repair, tidak hanya maskapai Indonesia saja,” beber Abdul.

Mengenai realisasi marketing sales, hingga semester I-2017, Bintan Resort membukukan kenaikan sebesar 5-8 persen untuk international market dan 25 persen untuk domestik dibanding periode sama tahun lalu.

Abdul memproyeksikan, sampai akhir tahun setidaknya ada sebanyak 600.000 turis datang ke Pulau Bintan. Sebesar 80 persen merupakan turis asing.

Sejatinya, potensi pariwisata Bintan sangat menarik wisman. Rata-rata per tahun wisatawan asing mencapai 200.000 pelancong. Juga dukung dengan fasilitas hunian Bintan Resor, sekitar 7.000 kamar. (della/sumber kompas.com).