Angkasa Pura 2

Keselamatan Pelayaran Terancam Pecahnya Satu Triliun Gunung Es Di Antartika

Dermaga Lingkungan & KehutananJumat, 14 Juli 2017
ship-in-ice

LONDON (BeritaTrans.com) – Gunung es seberat satu triliun ton dengan luas 5.800 kilometer persegi terpisah dari Rak Es Larsen C di Antartika. Gunung es tersebut menjadi yang terbesar yang pernah dicatat lepas dari Antartika.

Menurut ilmuwan University of Swansea dan British Antarctic Survey, terpisahnya gunung es tersebut menimbulkan ancaman bahaya ekstra bagi kapal-kapal di sekitar benua itu saat runtuh.

Gunung es yang kira-kira seukuran Negara Bagian Delaware di Amerika Serikat atau Pulau Bali di Indonesia itu sudah hampir pecah dalam beberapa bulan.

images (14)

images (13)

Sepanjang musim dingin di Antartika, para ilmuwan memantau perkembangan keretakan pada rak es itu menggunakan satelit badan antariksa Eropa (European Space Agency/ESA).

“Gunung es itu merupakan salah satu yang terbesar yang pernah tercatat dan progres masa depannya sulit diprediksi,” kata Adrian Luckman, profesor di Swansea University dan peneliti utama dalam Project MIDAS yang sudah memantau rak es itu selama bertahun-tahun seperti dikutip Antara dari Reuters.

“Itu bisa tetap utuh tapi tampaknya akan pecah menjadi fragmen-fragmen. Sebagian es mungkin bisa tetap berada di area itu selama puluhan tahun, sementara bagian-bagian dari gunung es mungkin lepas ke perairan yang lebih hangat di utara,” ia menambahkan.

Es itu akan menambah risiko bagi kapal-kapal setelah pecah karena meski semenanjung itu berada di luar rute perdagangan utama, namun merupakan tujuan utama bagi kapal-kapal yang berlayar dari Amerika Selatan.

Gunung-gunung es besar lepas dari Antartika secala alami, para ilmuwan tidak mengaitkannya dengan perubahan iklim. Namun es itu merupakan bagian dari semenanjung Antarika yang menghangat cepat dalam dekade terakhir.

“Dalam bulan-bulan dan tahun berikutnya, rak es bisa secara gradual tumbuh kembali atau lebih lanjut mengalami peristiwa pemecahan yang pada akhirnya membuatnya runtuh– pendapat-pendapat di komunitas ilmiah dalam hal ini terbagi,” kata Luckman. (della/sumber: okezone.com).