Angkasa Pura 2

Penumpang Batik Air Wafat Di Bandara Sultan Hasanuddin

BandaraJumat, 14 Juli 2017
tim-medis-bandara-sultan-hasanuddin_20170714_144512

MAROS (BeritaTrans.com) – Seorang penumpang pesawat Batik Air ID6160 rute Makassar – Merauke, Bisa (62) dinyatakan meninggal dunia saat akan berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin, Jumat (14/7/2017).

Paur Humas Polres Maros Iptu Muh Arsyad mengatakan, warga Dusun Sokang, Desa Kaballangeng, Pinrang ini berencana akan berangkat bersama suaminya, Kaseng dan cucunya, Wulandari untuk ke Merauke.

Arsyad mejelaskan, pukul 01.00 wita, mereka tiba di bandara lalu melakukan check in.

Setelah itu korban menuju ke ruang tunggu gate enam. “Mereka juga menunggu proses boarding menggunakan Batik Air ID6160 rute UPG-MKQ. Sekitar pukul 2.15 wita, mereka menuju boarding gate enam. Saat itu Bisa, terjatuh dan pingsan,” ujarnya.

Petugas Lion Air kemudian menghubungi petugas Kantor Kesehatan pelabuhan untuk segera datang mengecek dan menyelamatkan Bisa.

Berselang beberapa menit, petugas kesehatan tiba di gate lalu memberikan pertolongan pertama.

Bisa lalu dibawa ke ruangan KKP untuk dilakukan pacu jantung.

“Setelah dilakukan pertolongan kurang lebih 10 menit, Bisa dinyatakan meninggal dunia dengan Surat Keterangan kematian Nomor. SR.05.02/XII.6.1/3831/2017 yang ditandatangani oleh dr. Andi Lukman Hakim Amin,” ujarnya.

Kaseng dan cucunya pun tidak jadi berangkat dan memilih untuk pulang ke kampungnya.

Barang bawaan korban sebanyak tiga koli diturunkan dari Badan pesawat.

Deputy Operasional Lion Air, Jufri, akan melakukan refund untuk tiket yang digunakan oleh almarhum melalui transfer rekening keluarga.

“Sekitar jam tiga lewat, mayat Bisa dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Pinrang,” ujarnya.(bon).

Sumber dan foto: tribunnews.com