Angkasa Pura 2

Menhub Setujui Permintaan Membangun Monumen Untuk Amirullah di STIP

SDMMinggu, 16 Juli 2017
IMG-20170716-WA0079

IMG-20170716-WA0080

JAKARTA (Beritatrans.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyetujui usulan keluarga Amirullah yang disampaikan kakak kembarnya, Amarullah untuk membangun monumen untuk mengenang kepergian taruna terbaik STIP itu. Monumen itu akan segera dibangun di kompleks STIP Jakarta sebagai penghormatan atas kepergian taruna Amirullah.

“Kita akan membangun momumen atau tanda peringatan seperti disampaikan Amarullah langsung kepada saya dalam peretmuan di Ruang Maritim STIP. Kita akan fikirkan, bagaimana bentuk monumen peringatan tersebu. Bisa dalam bentuk patung atau monumen peringatan lainnya di kompleks STIP Jakarta,” keta Menhub Budi Karya Sumadi dalam kunjungan kerja ke Kampus STIP, Minggu (16/7/2017).

Prinsipnya, lanjut dia, Kemenhub dan STIP Jakarta setuju membangun monumen sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Amirullah. “Ini bukan bentuk pengkultusan pribadi (Amirullah-red), tapi lebih sebagai momentum untuk berubah dan meninggalkan semua bentuk kekerasan di dalam kampus. Cuma momentumnya bertepatan dengan kasus kejadian meninggalnya taruna Amirullah,” jelas Menhub didampingi Kepala BPSDM Perhubungan Dr. Djoko Sasono, Ketua STIP Capt. Sahattua P.Simatupang itu.

Dikatakan, kasus kematian taruna Amirullah jangan sampai terulang kembali. Kampus STIP harus dikembalikan ada jati dirinya sebagai kampus pelaut ternama di Tanah Air. “Kampus STIP Jakarta sudah melahirkan putra-putri terbaik di Indonesia. Kedepan, kampus pelaut ini harus makin baik, humanis dan bebas kekerasan. Implikasinya akan mampu menghasilkan lulusan terbaik,” harap Menhub.

Namun begitu, menurut Menhub Budi Karya, monumen peringatan untuk Amirullah tidak harus dalam bentuk patung. Bisa juga digunakan untuk nama salah satu ruangan di STIP, seperti Aula, Perpustakaan, Sport Hall dan lainnya. “Intinya, momentum kematian taruna Amirullah harus terus diingat dan jangan sampai terulang kembali. Civitas academika STIP dan juga kampus transportasi lainnya, harus meninggalkan kekerasan dalam bentuk apapun,” tandas Menhub.

Cindera Mata dan Testimoni

Pada pertemuan antara Amarullah dengan Menhub Budi Karya Sumadi serta pimpinan BPSDM Perhubungan di STIP juga diserahkan cindera mata dari civitas academika STIP yang diserahkan oleh Amarullah. Lukisan sebagai bentuk cidera mata tersebut buah tangan salah satu taruni terbaik STIP.

Dalam pertemuan tersebut, Amarullah juga mewakili teman-teman taruna menyampaikan testimoni mengenai sejumlah perubahan dan perbaikan di kampus pelaut tersebut. “Atas nama pribadi dan keluarga, Amarullah juga menyampaikan terima kasih kepada Menhub Budi Karya yang telah merekomendasikan dirinya untuk melanjutkan mimpi adik saya (Amirullah) sekolah dan menjadi perwira pelaut di kampus STIP Jakarta,” kata Amrullah mengawali testimoninya.

“Atas nama teman-teman taruna, saya sampai kini sudah banyak perubahan yanag lebih baik di kampus STIP. Mulai pola pengasuhan bahkan kegiatan esktrakurikuler yang sebelumnya ditangani teruna senior kepada pelatih profesional. Dengan begitu, tak ada unsur balas dendam atau benih-benih kekerasan lain di dalam kampus,” aku Amarullah.

Pola pengasuhan dan pendidikan taruna terutama di asrama, menurut Amarullah juga tidak lagi dilakukan taruna senior. Semua itu langsung dilakukan oleh pengasuh taruna, baik dari internal STIP atau anggota TNI-AL serta Polairud yang ditugaskan untuk membantu STIP. “Kini wajah STIP pun semakian baik, ramah dan jauh dari aksi kekerasan,” tandas Amarullah.(helmi)