Angkasa Pura 2

Gairahkan Wisata Kakatua Di Sumenep, Butuh Dermaga Di Pulau Masakambing

Dermaga DestinasiSenin, 17 Juli 2017
images (6)

SUMENEP (BeritaTrans.com) – Pelabuhan rakyat (pelra) di Dusun Ketapang, Desa/Pulau Masakambing, Kecamatan/Pulau Masalembu, Sumenep, Jawa Timur, tidak dilengkapi dermaga.

Padahal pelabuhan tersebut merupakan sarana ke wisata konservasi kakaktua jambul kuning. Di dunia, burung kakaktua jenis itu hanya ada di Pulau Masakambing.

images (5)

images (7)

Jawa Pos Radar Madura berkunjung ke Pulau Masakambing, Sabtu (15/7). Penumpang yang turun dari perahu harus nyebur ke laut dengan kedalaman air hingga perut. Perahu tidak bisa sandar ke pelabuhan karena tidak ada dermaga.

Saharuddin, 28, warga Pulau Masakambing mengatakan, dermaga di pelabuhan sangat dibutuhkan. Sebab, selain akses warga sehari-hari dari dan menuju Pulau Masalembu, pelra di Dusun Ketapang itu juga kebutuhan bagi wisatawan.

Banyak wisatawan mancanegara (wisman) datang ke Pulau Masakambing, seperti dari Australia, Amerika Serikat, dan berbagai negara lainnya. Wisman datang untuk melihat burung kakaktua jambul kuning jenis abbotti. Sebab burung dengan bulu putih polos itu hanya ada di Masakambing.

”Kami berharap kepada pemerintah, baik kabupaten, provinsi, maupun pusat, untuk memerhatikan ini. Sebab Pulau Masakambing memiliki kekayaan wisata burung kakaktua yang jadi tujuan kunjungan wisatawan asing,” tuturnya.

13671717_1646213329031890_82219710_n

Infrastruktur di Masakambing harus diperhatikan agar wisatawan merasa nyaman. Jadi, wisatawan tidak harus nyebur untuk sampai ke daratan. Hal itu membuat wisatawan merasa tidak nyaman saat menuju tempat wisata.

Selain itu, apabila tak kunjung dilengkapi dermaga, khawatir wisatawan memiliki kesan kurang baik. Sebab, Pulau Masakambing merupakan tujuan wisatawan dunia. Burung kakaktua jambul kuning sebagai daya tariknya.

Didik, wisatawan asal Kalianget yang ditemui di lokasi wisata kakaktua mengaku bangga Sumenep memiliki jenis burung yang hanya ada di Pulau Masakambing, yang kini menjadi perhatian dunia. Sayang, infrastruktur penunjang menuju Masakambing tidak memadai.

”Pemerintah perlu memerhatikan kenyamanan wisatawan yang datang dengan membenahi infrastruktur. Pariwisata berdampak pada ekonomi warga. Misalnya, ojek dan sewa rumah penduduk untuk bermalam wisatawan,” ujarnya. (della/sumber jawapos.com).