Angkasa Pura 2

Kapal Pengangkut 1 Ton Sabu KM Wanderlust Beserta Nakhoda & 4 ABK Ditangkap Di Perairan Bintan

DermagaSenin, 17 Juli 2017
62355c82-a87a-4987-a5fc-c8e42de838a2

BATAM (BeritaTrans.com) – Kapal pengangkut 1 ton sabu yang diselundupkan oleh 4 WN Taiwan di Pantai Anyer, Serang, Banten, berhasil diamankan.

Kapal KM Wanderlust ditangkap di perairan Tanjung Berakit, Pulau Bintan, Kepulauan Riau, saat hendak melarikan diri.

“Kapalnya kita tangkap di perairan jalur Mumbing-Mapor, Tanjung Berakit, Pulau Bintan, Kepulaun Riau pada dini hari tadi,” kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta yang memimpin operasi, kepada wartawan di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (16/7/2017).

Seperti dikutip detik.com, dia menjelaskan ada lima orang yang diamankan, satu orang nakhoda dan empat orang anak buah kapalnya. Saat ini mereka masih diperiksa di Mapolda Kepri untuk didalami bagaimana kapal itu bisa masuk ke Anyer.

Tim penyidik dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok saat ini masih memeriksa kelimanya untuk mendalami rute pengangkutan kapal. Pemeriksaan tersebut juga dilakukan untuk mengembangkan jaringannya hingga ke bandar besarnya.

Nico menjelaskan, kapal tersebut berhasil ditangkap setelah tim gabungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok mendapatkan informasi soal kapal pengangkut dari WN Taiwan yang ditangkap di dermaga bekas Hotel Mandalika, Pantai Anyer, Serang, Banten, pada Kamis (13/7) lalu.

“Dari informasi mereka, nama kapalnya kita ketahui, sehingga kemudian kita berkoordinasi dengan Bea Cukai pusat dan Bea Cukai Batam serta Polda Kepri,” jelas Nico yang didampingi Kapolresta Depok Kombes Pol Herry Heryawan.

Ia menambahkan, pihaknya meminta bantuan bea cukai yang memiliki kewenangan dalam melakukan penindakan di wilayah perairan. “Karena wilayah perairan itu otoritasnya bea cukai, sehingga kita koordinasi dengan bea cukai,” imbuhnya.

Sementara Kabid Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Batam Mujayin mengatakan, pihaknya menindak lanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyergapan. Pada Sabtu (15/7) pagi, tim dari Polda Kepri dan Bea Cukai Batam melakukan penyergapan di lokasi.

“Bea cukai pusat menerima informasi dari Polda Metro Jaya, kemudian Bea Cukai Batam membuat nota informasi yang ditindak lanjuti dengan mengirimkan anggota ke lokasi, setelah bekerja sama dengan Polda Kepri,” kata Mujayin.

Kapal bernama Wanderlust berbendera Sieraleon itu saat ini bersandar di pelabuhan bea cukai Sagulung, Tanjung Uncang, Batam. Kapal tersebut memiliki dimensi panjang 27,9 meter dan lebar 6,9 meter dengan tonase sebesar 135 MT.

Tim saat ini masih berada di Batam untuk menindak lanjuti penangkapan kapal tersebut. Tim masih menggeledah kapal tersebut.

Pihak kepolisian belum bisa memastikan rute perjalanan 1 ton sabu dari China yang diselundupkan sindikat WN Taiwan hingga akhirnya sampai di Pantai Anyer, Serang, Banten. Untuk mengetahui hal itu, tim dari Labfor akan membuka GPS (global positioning system) Kapal Waderlust tersebut.

“Nanti akan dilakukan upaya-upaya, tim Labfor kita membuka GPS maupun data komunikasi mereka. Nanti dari situ mereka tidak bisa bohong,” ujar Kapolda Kepulauan Riau Irjen Sam Budigusdian di dermaga Bea Cikai Tipe B Batam, Sagulung, Tanjung Uncang, Batam, Minggu (16/7/2017).

Berdasarkan keterangan dari lima orang yang terdiri dari nakhoda dan empat Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Wanderlust, kapal tersebut berangkat dari Taiwan melalui utara Aceh lalu ke selatan hingga akhirnya mencapai tujuan di Pantai Anyer, Serang, Banten.

“Informasi sementara yang kita dapat, pergerakan kapal dari Taiwan ke Johor berputar ke atasnya, Aceh lewat selatan,” ujar Sam yang didampingi oleh Kombes Nico Afinta, Kombes Herry Heryawan dan Kombes Helmy Santika.

Akan tetapi, tim tidak menelan mentah-mentah keterangan yang disampaikan para awak kapal tersebut. Tim gabungan dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta serta Polda Kepri saat ini masih menginterogasi kelimanya.

“Jadi sementara mereka pengajuannya mengambil barang di atas Aceh, kapal dari Taiwan–karena informasi ini juga berasa dari semacam FBI-nya Taiwan–yang telah bekerja sama dengan tim Polri,” ujarnya. (lia/sumber detik.com).

Foto: Mei Amelia/detikcom