Angkasa Pura 2

Atlet Taekwondo Pelatda DKI Itu Justru Cemas Bila Lulus Tes Taruna STTD

SDMSelasa, 18 Juli 2017
2017-07-18 14.49.25

IMG-20170718-WA0010

BEKASI (BeritaTrans.com) – Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), Selasa (18/7/2017) pagi, melaksanakan tes kesehatan bagi calon tarun. Tes kesehatan merupakan bagian dari proses Sipencatar.

Tes dimulai dengan pemeriksaan berkas pada pukul 06.00 sampai dengan pukul 09.00 di kampus perguruan tinggi di lingkungan BPSDM Perhubungan Kementerian Perhubungan itu.

2017-07-18 14.49.41

Salah satu calon taruna yang mengikuti tes kesehatan calon taruna adalah Ngabdul Latif. Dia merupakan atlet taekwondo Pelatda DKI Jakarta, dengan segudang prestasi.

Sejumlah tahapan tes dilalui di kampus sekolah yang berlokasi di kawasan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, itu.

“Alhamdulillah, saya lulus psikotes kemarin. Hari ini tes kesehatan. Tapi ya cuma semangat saja. Kalau pun nanti lulus, nggak tahu bisa sekolah di sini apa nggak,” tutur Latif kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans.

Kenapa Latif cemas begitu? Jawabannya dari remaja yang tinggal di kontrakan di Jalan Pasar Inpres, Kelapa Gading, Jakarta Utara, ini sungguh bikin miris.

Atlet yang biasa menyabet medali emas dan perak dalam kategori Fly Putra dan memiliki prestasi akademik terbilang istimewa karena pernah mewakili DKI untuk acara LKS (Lomba Kompetensi Siswa) itu memiliki kendala besar apabila lulus dan diterima sebagai taruna STTD.

IMG-20170718-WA0013

IMG-20170718-WA0014

“Saya hanya tinggal bertiga dengan bapak dan adik yang masih SMP di rumah kontrakan. Usia bapak sekarang 65 tahun dan hanya mengandalkan gaji sebagai ketua RT saja,” ujar Latif dengan sesekali memandang ke langit.

Menurut Latif, tidak ada jalur beasiswa untuk atlet di STTD. “Saya sudah tanya melalui akun Instagram resmi STTD @sttd.official dan oleh admin dijawab untuk sementara ini tidak ada beasiswa di STTD,” ungkapnya.

Untuk membayar uang puluhan juta rupiah sebagai uang masuk ke STTD, dia mengemukakan hanya mimpi di siang bolong. “Bapak nggak mungkin punya uang sebanyak itu. Untuk makan sehati-hari saja susah,” cetusnya.

Dia mengaku datang untuk mengikuti tes dengan diantar oleh tetangga, yang bermurah hati membantunya.

Namun Latif masih berkeyakinan besar bahwa Allah Swt akan menolongnya. “Saya tidak tahu melalui siapa pertolongan dari Allah Swt akan datang,” cetusnya.

Lalu kenapa menjadi taruna STTD?
“Saya ingin jadi pengatur atau operator lalu lintas. Saya ingin menjadi bagian dari generasi Indonesia, yang membangun lalu lintas dan transportasi yang lebih baik,” ujarnya. (della).