Angkasa Pura 2

Begini Cara Memasang dan Menggunakan Lampu Kabut Yang Benar

Koridor SDMTuesday, 18 July 2017

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan terus mendidik dan memberdayakan para pengemudi di jalan raya. Tujuannya, agar mereka taat dan disiplin berlalu lintas dan ujungnya bisa menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Melalui akun twitter @kemenhub151, regulator transportasi itu mengatur dan menetapkan bagaimana memasang dan menggunakan lampu kabut secara baik dan benar. Dengan begitu bisa berfungsi optimal dan tidak menggangu pengguna jalan yang lain.

Akun @kemenhub151 dengan jelas menyebutkan, “Lampu kabut bukanlah aksesori kendaraan bermotor. Masih banyak yang keliru menggunakannya.”

Masih menurut akun tersebut, memberikan contoh konkrit, “misalnya, dengan menyalakannya pada siang hari. Padahal jenis lampu ini hanya difungsikan saat mengemudi di kawasan berkabut tebal atau kepulan asap maupun ketika menembus hujan yang sangat deras.

Untuk kepentingan tersebut, pemasangan lampu kabut ini diizinkan. Namun penerapannya tetap harus mematuhi syarat-syarat yang telah diatur pemerintah.”

Indonesia dengan kondisi geografis yang banyak memiliki dataran tinggi dan jalan berkelok-kelok, pada saat jalanan berkabut maka harus menggunakan lampu kabut.

Di daerah tertentu seperti Puncak Bogor, dataran tinggi Dieng, Wonosobo dan lainnya pada siang dan sore hari kabut turun dan menganggu jarak pandang pengemudi. Saat itulah mereka harus menyalakan lampu kabut.

Oleh karena itu, Kementerian perhubungan merekomendasikan lampu kabut harus dipasang secara tepat dan dinyalakan pada waktu yang tepat juga. Selain hemat energi, penggunaan lampu kabut yang tepat akan berfungsi optimal dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.(helmi)