Angkasa Pura 2

ALFI Laporkan Pungutan Uang Jaminan Kontainer Ke Menko Perekonomian

DermagaKamis, 20 Juli 2017
20160608_134214-13-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI segera melapor kepada Menko Perekonomian dan kementerian terkait soal sejumlah pelayaran/agen yang masih memungut uang jaminan kontainer tanpa dasar.

Sekretaris Umum DPW ALFI DKI, Adil Karim, Kamis (20/7/2017) kepada BeritaTrans.com mengatakan masalah uang jaminan kontainer merupakan salah satu dari tiga hal penting yang diputuskan dalam Rakerwil kemarin dan harus ditindaklanjuti oleh pengurus DPW sampai tuntas.

Masalah lainnya yaitu menanggapi rencana Pelindo II mendirikan Container Freight Station (CFS) Center dan Pusat Logistik Berikat (PLB).

Adil mengatakan masalah uang jaminan kontainer kita laporkan kepada Menko Petekonomian karena ketentuan penghapusan uang jaminan kontainer yang semula melalui Surat Edaran Dirjen Perhubungan Laut sudah masuk dalam Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah tahap XV tanggal 15 Juni 2017.

Menyangkut CFS Adil mengatakan Pelindo II tidak boleh memaksakan kehendak agar penyimpanan barang impor LCL di tempatkan dalam satu lokasi CFS milik BMN tersebut.

“Kalau Pelindo II memaksakan kehendaknya ALFI bisa saja bekerjasama dengan Pemda DKI untuk membuat CFS Center tandingan. Karena terminal petikemas saat kontainer dibongkar dari kapal toh tidak tau mana Container berisi barang LCL dan mana yang bukan,” tutur Adil.

MengenI PLB Rakerwil memutuskan agar pengurus minta kepada Dirjen Bea dan Cukai tidak memberikan ijin sebagai tempat menimbun barang jadi. PLB hanya tempat penimbunan bahan baku atau bahan penolong.

“Kita minta PLB berfungsi mendorong produksi UKM dalam negeri untuk meningkatkan ekspor nasional,” katanya. (wilam)

loading...