Angkasa Pura 2

Kecelakaan Kapal Terjadi Beruntun di Muara Angke Tak Ada Korban Jiwa

Dermaga Kelautan & PerikananKamis, 20 Juli 2017
IMG-20170720-WA0026

IMG-20170720-WA0033
JAKARTA (Beritatrans.com) – Dua kecelakaan kapal ikan terjadi dua hari berturut-turut di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Jakarta Utara. Tapi untung dalam dua kecelakaan tersebut, masing-masing kaal terbakar dan kapal karam.

Kasus pertama, Selasa (18/7/2017) kapal ikan terbakar yang diduga diakibatkan hubungan arus pendek listrik. Ke hari Rabu (19/7/2017) kapal tenggelam atau karam di Pelabuhan Muara Angke.

KSOP Muara Angke Jakarta Capt. Wahyu Prihanto, S.SiT, M.Mar ang dihubungi Beritatrans.com, Kamis (20/7/2017) membenarkan terjadinya dua kasus kecelakàan kapal ikan di Pelabuhan Muara Angke itu.

Dikatakan, kasus kebakaran pertama di Dermaga Utama Muara Angke. Kapal nelayan bernama KM. Marcel Jaya 20, milik Hokli dengan Nahkoda Capt. Purnomo.

Kronologis kejadian, lanjut Cpt. Wahyu, terjadi konsleting pada generator Penerangan lampu, di posisi ruang mesin sebelah kiri kapal nelayan.

IMG-20170720-WA0020

Akibatnya timbul api pada selang Pendingin di radiator yang tersumbat, karena pada sela- sela blok mesin terdapat rembesan oil mengakibatkan jebol selang pada alat pengukur suhu Panas Mesin Bantu tersebut.

“Berkat kesiapan ABK dan standby dilakukan oleh Salah satu ABK kapal lainnuya, mereka mampu mematikan Mesin Generator dan api segera padam. Tidak ada korban jiwa,” kilah Capt. Wahyu.

IMG-20170720-WA0028

Kapal Karam

Kasus kedua, menurut Capt. Wahyu, Rabu tanggal 19 Juli 2017, pukul 04.00. Terjadi kapal karam di Pelabuhan Lama Muara Karang/ Angke Nama Kapal Km. Kokai sukses Gt.32 milik Asun dan Johan, dengan nahkoda capt. Roshidi.

Jumlah anak buah kapal (ABK) ada 11 orang di Pelabuhan Muara Angke. untuk sementara penyebab tenggelamnya kapal tersebut di sebabkan oleh lubang filter air laut yg rusak.

Sampai Rabu siang masih diadakan penimbulan oleh Owners dan ABK serta Pemasangan Oil Boom agar tidak terjadi pencemaran yang meluas.

“Tidak ada korban jiwa. tapi kerugian secara ekonomi cukup besar dan masih dalam proses perhitungan pihak pemilik,” tandas Capt. Wahyu.(helmi)