Angkasa Pura 2

Dishubtrans Jakarta Sarankan Pemilik Kapal Tradisional Di Kepulauan Seribu Membentuk Assosiasi

Dermaga DestinasiJumat, 21 Juli 2017
Dishubtrans Renny1

Dishubtrans rame2
JAKARTA (Beritatrans.com) – Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta menyarankan oara pengusaha dan pemilik kapal tradisional di Kepulauan Seribu membentuk assosiasi dan menyepakati tarif angkutan penumpang yang dilayani.

“Pemilik kapal hendaknya membuat assosiasi atau paguyuban dan menyepakati bersama soal besaran tarif. Pemerintah cukup membina dan mengetahui, karena ini urusan bisnis,” kata Kabid Pelayanan dan Keselamatan Angkutan Laut Dishubtrans Jakarta Renny Dwiastuti saat Sosisalisasi Kebijakan Kapal Tradisional Untuk Angkutan Orang di Kepulauan Seribu, kemarin.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi usulan dan keluhan Musim, pemilik kapal di Pulau Pramuka mewakili teman lainnya. Masalah ebsaran tarif angkutan kapal daei Kaliadem cenderung merugikan pemilik dan oeprator kapal.

Menurut Muslim, tarif angkutan orang dengan kapal tradisional khususnya di lintasan kaliadem ke Pulau Seribu tidak adil, dan banyak ditentukan oleh pihak travel. Tarif dari Kaliadem berbeda dengan sebalik dari Kepulauan Seribu.

Bukan hanya itu, sebut Muslim, pihak travel memungut bayaran dari penumpang tunai. Tapi, pembayaran ke pemilik kapal diutang sampai seminggu bahkan lebih. Sementara, arus penumpang terutama di akhir pekan cukup ramai.

Untuk memperkuat posisi tawar pemilik kapal, Renny mengusulkan mereka membuat assosiasi atau paguyuban yang serius mengurus dan mewakili kepentingan mereka. “Soal besaran tarif pun bisa dibahas dan disepakati bersama,” papar salah satu pimpinan di Dishubtrans Jakarta itu.

Tiket Online

Ke depan, tambah Renny, pihak Dishubtrans akan mengupayakan pemberlakukan tarif online atau nontunai untuk kapal-kapal tradisional di Kepulauan Seribu. Pelayanan angkutan penumpang termasuk wisatawan ke Pulau Seribu harus makin baik, tertib dan selamat.

“Tiket online ini akan lebih baik dan akurat, dan bisa memangkas pungli. Selain itu, soal manivest penumpang setiap kapal lebih akurat sehingga administrasi mereka terkait asuransi atau hal lain jika terjadi kecelakaan kapal akan lebih mudah,” terang Renny.

Dalam beberapa kasus kecelakaan seperti KM Zahro Express misalnya, soal manivest penumpang sangat kacau. Jumlah penumpang riil di kapal dengan yang dilaporkan di manivest penumpang tidak sama.

“Kasus-kasus seperti ini atau manupulasi penumpang dan barang yang dibawa kapal-kapal tradisional akan bisa dihilangkan dengan pemberlaukan tiket online nanti,” kilah Renny.

Pemerintah baik Kementerian Perhubungan dan Dishubtrans Jakarta komit meningkatkan pelayanan dan keselamatan angkutan laut termasuk dengan kapal-kapal tradisional di lintasan Jakarta seperti Kaliadem, Sunda Kelapa, Tanjung Pasir dan lainnya menuju Pulau Seribu.

“Pelan tapi pasti, masalah administrasi, perizinan, Siuper sampai masalah tiket akan ditata dan diperbaiki bersama. Pada pemilik kapal dan operator diminta membantu dan kooperatif demi kebaikan dan keselamatan bersama,” tandas Renny.(helmi)

loading...