Angkasa Pura 2

Capt. M. Rofik: Kekerasan Fisik Di Atas Kapal Merupakan Tindakan Pidana & Pelakunya Harus Diproses Hukum

Dermaga SDMSenin, 24 Juli 2017
IMG-20170720-WA0106

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kepala BPPTL Jakarta Dr. Capt. Mashudi Rofik sangat menyayangkan kasus kekerasan yang menimpa salah satu pelaut wanita Indonesia yang didudga dipukul oleh oknum Kepala Kamar Mesin (KKM) saat bertugas di atas kapal.

“Kasus (pemukulan seorang muallim l) itu seharusnya tidak sampai terjadi. Apalagi dilakukan terhadap seorang wanita yang menjabat Mualim 1 oleh oknum KKM. Seharusnya KKM tersebut diturunkan dari kapal dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Melakukan kekerasan di atas kapal sampai melukai pihak lain adalah tidakan pidana,” kata Capt. Mashudi Rofik dalam perbincangan dengan Beritatrans.com di Jakarta, Senin (24/7/2017).

Untuk menghindari kasus itu kembali terulang, lanjut dia, maka manajemen perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal tersebut harus mengambil tindakan. KKM-nya diturunkan dari kapal atau dipindah ke kapal lain tau dikenakan sanksi yang tegas. Dengan begitu tidak akan terulang kasus kekerasan di atas kapal yang sama.

“Apapun alasannya, melakukan kekerasan sampai melukai orang lain di atas kapal adalah tindakan pidana. Jika konsisten dan menyelesaikan kasus tersebut sampai tuntas, maka sebaiknya dilanjutkan ke proses huum pdiana atau diserahkan kepada pihak Polri,” jelas Capt. Mashudi Rofik lagi.

Dia menambahkan, pihaknya tak berpretensi memihak salah satu yang bermasalah. Tapi, seorang perwira di atas kapal apalagi menjabat KKM, seharusnya bisa memngendalikan diri dan tidak emosi. Apalagi sampai melakukan kekerasan dan penganiayaan.

“Seorang perwira harus bijak karena dia akan menjadi contoh bagi ABK lainnya. Kalaupun ada pihak yang bersalah di kapal, seorang perwira harus bisa menyelesaikan dengan baik dan kepala dingin. Dengan begitu tidak menjadi preseden buruk di atas kapal serta merusak citra pelaut Indonesia yang dikenal sopan dan profesional,” kilah Capt. Mashudi Rofik.

Pendapat sama disampaikan Capt. Mafrizal, yang juga alumni PIP Makassar, almamater muallim l yang menjadi korban kekerasan oknum KKM itu. “Sangat memalukan ada perwira dan menjabat sebagai KKM sampai melakukan kekerasan terhadap koleganya yang note bene seorang perempuan,” kata dia.

Perilaku KKM tersebut sangat menciderai jiwa seorang Popey yang sejati. Apalagi, mereka adalah seorang perempuan. “Dalam budaya ketimuran kita, menang berantem dengan perempuan bukan suatu kebanggaan. Sebaliknya justru memalukan, ada perwira di atas kapal berantem dan melakukan kekerasan terhadap seorang perempuan,” tandas Capt. Mafrizal. (helmi)

  • Keprin

    Kl bkn diwilayah hukum indonesia gmn capt?

    • Afrison

      hukum yg Berlaku di atas kapan adalah hukum negara bendera kapal tsb