Angkasa Pura 2

Agustus Bulan Bagus Buat Agus Sedunia

Perspektif Bang AweKamis, 27 Juli 2017
aab-header

_97083638_capture

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Anda bernama Agus? Agustus boleh jadi bulan keberuntungan Anda. Sebab, sebuah waralaba bakso di Ibu Kota menyediakan 4.960 porsi bakso gratis sepanjang Agustus, spesial bagi para pemilik nama ‘Agus’.

”Nama Agus itu boleh Agustina, Agustinus, pokoknya Agus. Kemudian tunjukkan KTP, foto, dan upload ke medsos,” kata Anke Dwisaputro, pemilik waralaba bakso yang punya 16 cabang di Jakarta, Bekasi, dan Bogor.

Promo tersebut dalam rangka perayaan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dan menurut Anke ‘yang namanya Agus biasanya lahir di bulan Agustus.’

_97083642_3_97083640_2

Sebelumnya di warung bakso di Jalan Joyoboyo nomor 55, Kediri, Jawa Timur. Wih, kamu yang namanya Agus dijamin gak bakal kelaperan lagi sampai akhir hayat.

Meski gak punya duit, cukup KTP mu kasih tahu ke pelayan. Kamu bisa makan sampai muntah-muntah alias berkali-kali. Selain Agus, kalau kamu datang ke sana tepat di hari ulang tahunmu, kamu juga bakal dapat makan gratis. Asyik banget!

Ini salah satu promosi gokil yang dilakukan oleh Bakso Klenger Mas Agus. Selain menu bakso ada variasi lainnya seperti mie ayam dan sebagainya. Harga dijamin pas di kantongmu, berkisar Rp 10-15 ribu. Porsinya itu, lho, mirip porsi kalau kamu gak makan dua hari. Gede banget!

Dihubungi oleh Bintang.com melalui akun Facebook pada Minggu (15/11/2015), sang owner Mas Agus Winarno mengatakan jika lewat promosi ini dia gak akan rugi lantaran cukup terbantu banget dengan orang-orang bernama Agus. Termasuk banyak karyawannya yang juga bernama Agus. Hihihihi, kocak juga ya cerita di balik promosi ini.

056905000_1447584938-baksaw

2.000 AGUS
Di wilayah Jabotabek, tercatat ada lebih dari 2.000 orang bernama Agus yang bergabung dengan komunitas Agus-Agus Bersaudara di Indonesia. Sedangkan secara nasional jumlahnya sekitar 4.000 orang.

‘Semua dari sosmed awalnya. Kita punya grup di Facebook, Whatsapp,” ujar Pendiri Agus-Agus Bersaudara Indonesia, Agus Nuryanto.

Komunitas yang bermula dua tahun lalu tersebut berawal dari inisiatif dua orang bernama Agus yakni Agus Nuryanto dan Agus Mulyadi, untuk berkenalan dengan pemilik nama Agus lainnya di dunia maya. Kopdar pertama terjadi pada 7-8 Februari 2016 di Bogor dan dihadiri 300-an orang bernama Agus di Jakarta dan Bogor.

FB_IMG_1501159254349

Selain sepakat membentuk organisasi, komunitas orang bernama Agus ini juga membuat aturan main untuk memudahkan sapaan ke sesama anggota.

”Untuk membedakan saya dipanggil Gus Nur. Sebab teman saya di Facebook ada seratusan yang namanya Agus Nuryanto. Persis sama, orangnya saja yang berbeda. Nah kita buat aturan kalau sudah ada yang pakai duluan, tidak boleh lagi ditiru. Agus Nuryanto di Bogor pakai nama Gus Yan, ada yang pakai Gus Ryan,” jelas Agus Nuryanto.

Sekarang, kata Agus Nuryanto, komunitas Agus-Agus Bersaudara Indonesia sudah ibarat ‘partai politik’.

”Kalau mau disamain dengan organisasi yang lain, sama dengan organisasi politik. Karena kita ada pengurus di pusat, namanya Dewan Agus Pusat, ada Dewan Agus Daerah yang membawahi provinsi, dan Dewan Agus Cabang yang membawahi wilayah kabupaten/kota. Kita sekarang sudah hampir di 23 provinsi di seluruh Indonesia,” kata Gus Nur.

Tapi, lanjut Gus Nur, komunitas ini non-partisan, tidak politik, dan hanya mengusung persaudaraan. ”Makanya kita punya moto ‘brotherhood in harmony’. Sebab kami sudah jadi kayak saudara. Begitu ketemu sekali, kita kayak saudara yang sudah lama tidak ketemu,” ungkapnya.

Asep, Sugeng, nama-nama yang ‘agak primordial’

Komunitas nama Agus terinspirasi dari ‘saudara tua’ atau komunitas sejenis yakni perkumpulan pemilik nama Asep yang tergabung dalam Paguyuban Asep Dunia dan Paguyuban Sugeng yang semua anggotanya bernama Sugeng. Dua komunitas ini lahir di dunia maya pada 2008 dan anggotanya berkenalan lewat Facebook.

Paguyuban Asep Dunia, misalnya, mengumpulkan anggota lewat grup yang diberi judul: ”How Many Asep There Are in Facebook?”

Sedangkan pendiri Paguyuban Sugeng, seorang warga Malaysia, memulai pencarian warga dunia maya bernama Sugeng lewat milis Parasugeng, kemudian berlanjut dengan pencarian lewat Skype.

Walau tipe penggalangan anggota relatif sama, komunitas Agus mengaku ‘agak berbeda. Kata Gus Nur, komunitas Asep dan Sugeng ‘agak primordial’.

”Asep hanya ada orang Sunda, tidak ada orang Manado atau Batak yang namanya Asep. Tidak ada perempuan yang namanya Asep. Ya kan? Begitu juga Sugeng, yang identik dengan Jawa. Tapi kalau Agus berbeda, dari Sabang sampai Merauke ada semua Agus. Jadi anggota kita lintas budaya, suku, ras, dan agama,” ujar Gus Nur. (gus/sumber BBC Indonesia dan bintang.com).