Angkasa Pura 2

Alamak, Jasa Marga Raup Laba Bersih Rp1 Triliun Semester I 2017

KoridorKamis, 27 Juli 2017
tol cikampek

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Laba bersih PT Jasa Marga Tbk (JSMR) tembus Rp1,01 triliun pada semester I 2017. Raihan itu naik 9,79 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp925,5 miliar.

Mengutip laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan, peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan yang mencapai 95,08 persen. Tercatat, Jasa Marga meraup pendapatan sebesar Rp13,09 triliun hingga akhir Juni 2017, sedangkan sebelumnya Rp6,71 triliun.

Bila dirinci, mayoritas pendapatan perusahaan berasal dari bisnis konstruksi sebesar Rp8,56 triliun. Sementara, perusahaan meraup pendapatan dari bisnis tol dan usaha lainnya sebesar Rp4,52 triliun.

Sedangkan pertumbuhan kinerja Jasa Marga ini juga sejalan dengan kenaikan beban pendapatan sepanjang semester I 2017.

Namun, pertumbuhan ini juga sejalan dengan melonjaknya beban perusahaan sebesar 140,42 persen menjadi Rp10,61 triliun dari sebelumnya Rp4,41 triliun. Dalam hal ini, bisnis konstruksi menyumbang beban terbanyak sebesar Rp8,51 triliun, sedangkan bisnis tol dan usaha lainnya sebesar Rp2,1 triliun.

Secara keseluruhan, pertumbuhan laba bersih pada semester I 2017 ini menurun jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada semester I 2016. Lihat saja, laba bersih perusahaan saat itu melonjak 43,95 persen dari sebelumnya RpRp642,91 miliar.

Adapun, aset perusahaan mengalami kenaikan secara year to date (ytd) sebesar 23 persen dari Rp53,5 triliun menjadi Rp65,81 triliun. Hal ini juga sejalan dengan tumbuhnya liabilitas perusahaan menjadi Rp47,95 triliun dari sebelumnya Rp37,16 triliun.

Asal tahu saja, Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal menyebut, perusahaan setidaknya membutuhkan dana sebesar Rp18 triliun tahun ini. Rencananya, dana itu akan disalurkan pada anak usaha untuk keperluan ekspansi sebesar Rp11 triliun, dan sisanya digunakan Jasa Marga sendiri.
Lihat juga:
Jasa Marga Bidik Rp2 Triliun Sekuritisasi Aset Tol Jagorawi

Untuk memenuhi kebutuhan itu, perusahaan akan melakukan aksi korporasi berupa sekuritisasi aset dengan skema Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) dan membidik dana Rp2 triliun.

Aset yang akan digunakan dalam sekuritisasi tersebut, yakni tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi). Menurut Donny, sisa dana yang dibutuhkan akan dipenuhi melalui aksi korporasi lainnya, seperti pinjaman perbankan, obligasi konvensional, dan sukuk. (ray/sumber cnnindonesia).

loading...