Angkasa Pura 2

Ini Pesan Irjen Kemhub Pada Renungan Suci Madatukar Taruna BP2IP Tangerang

SDMSabtu, 29 Juli 2017
IMG-20170729-WA0131

IMG-20170729-WA0133

BANDUNG (Beritatrans.com) – Taruna Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang sebanyak 355 orang mengikuti prosesi renungan suci bertempat di Camp Of Fire, puncak bukit di Kampus BP3K, Ciwidey, Jumat (28/7/2017) tengah malam sampai Sabtu (29/7/2017) dini hari.

Prosesi renungan suci taruna BP2IP Tangerang dimulai tengah malam, tepat jam 00.00. Acara renungan suci dipimpin oleh Irjen Kementerian Perhubungan yang juga mantan Kepala BPSDM Perhubungan Dr. Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si.

Hadir pada acara renungan suci peserta Madatukar di kampus BP3K Ciwidey, Bandung adalah Kapusbang SDM Aparatur Perhubungan Drs. Edward Marpaung, Kepala BP2IP Tangerang Capt. Sugiyono, MM.Tr, M.Mar, Kepala BP3K Ciwidey Drs. Joko Santoso berserta staf dan instruktur dari Marinir TNI-AL.

Banyak pesan dan pembekalan disampaikan Tommy, sapaan akrab Irjen Kemhub itu, terutama sebagai bekal untuk memasuki proses diklat kepelautan yang sebenarnya, yaitu di Kampus BP2IP Tangerang, di daerah Mauk, Kabupaten Tangerang.

IMG-20170729-WA0130

Sebagai calon taruna BP2IP Tangerang, pesan Tommy, kalian harus memiliki, pertama, Memanajemen Dirinya Sendiri. Di dalam kampus mereka akan tinggal dalam asrama, tidak boleh memberatkan teman lain. Selain itu juga tidak bisa meminta bantuan pihak lain, termasuk sudara dan kedua orang tua. “Taruna harus bisa mengelola diri sendiri sekaligus belajar yang baik sebagai taruna pelaut,” papar dia.

Kedua, menurut Tommy adalah Memanajemen Dirinya dengan orang lain. Saat di dalam kampus, mereka masuk bukan keadaan kosong tapi harus bisa menjalin komunikasi yang baik dengan sesama teman.

“Dan hal ini akan mereka alami nanti ketika masuk dalam dunia kerja di kapal atau di perusahaan. Keberhasilan mengelola hubungan dengan orang lain, merupakan kunci awal untuk sukses membangun karier di tempat kerja dan di masyarakat nanti,” terang Tommy melalui siaran pers BP3K Ciwidey kepada Beritatrans.com, Sabtu petang.

Ketiga, sebut Tommy, Manajemen dirinya dengan lingkungan mereka nanti belajar. Para taruna dipesankan olen untuk mebawa nama baik almamaternya. “Taruna BP2IP Tangerang harus menjadi yang terbaik, bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja dan masyarakat tempat tinggalnya kelak. Baik selama hidup di asrama atau saat kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakatnya,” kilah Tommy.

Keempat, adalah Manajemen dirinya dengan sang pencipta. “Manusia sebagai mahluk religius diciptakan bukan hanya untuk sukses di dunia, tapi juga di akherat kelak. Sebagai umat beragama, keberhasilan di kehidupan yang abadi nanti harus dimulai saat di dunia ini,” sebut Tommy.

Saat hidup di kampus nanti, pesan Tommy, para taruna harus memiliki sikap dan keyakinan serta diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sesuai agama masing-masing. “Taruna harus bisa beribadah yang baik, berdoa yang baik, sekaligus menghormati agama dan keyakinan pihak lain yang kebetulan berbeda-beda,” kilah Tommy.

Irjen Kemhub juga berpesan, bahwa walaupun sibuk tetap harus mengingat waktu untuk ibadah . “itulah sosok taruna transportasi BP2IP Tangerang yang diharapkan institusi serta masyarakat setelah kembali ke kampus atau saat pulang ke keluarga dan masyarakatnya kelak,” tandas Tommy.(helmi)

loading...