Angkasa Pura 2

Hadapi Tantangan Sektor Logistik Butuh Peningkatan SDM

Dermaga SDMMinggu, 30 Juli 2017
IMG-20170726-WA0054

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menyatakan bahwa untuk memanfaatkan peluang dan menghadapi tantangan sektor logistik, diperlukan
upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan formal, pelatihan, dan sertifikasi.

“Sertifikasi kompetensi profesi diperlukan untuk meningkatkan dan menjaga kompetensi SDM, sehingga dapat mendorong peningkatan daya saing perusahaan-perusahaan penyedia jasa logistik Indonesia,” jelas Setijadi di Jakarta, Ahad (30/7/2017).

Dalam pengembangan SDM nya, menurut Setijadi, beberapa asosiasi perusahaan di sektor logistik telah berperan penting.

Misalnya saja Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO), dan Asosiasi Depo Kontainer
Indonesia (ASDEKI), telah mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) “Logistik Insan Prima” untuk sertifikasi kompetensi profesi sektor logistik.

SCI sebagai lembaga pelatihan, memfasilitasi persiapan sertifikasi kompetensi profesi bidang logistik, terutama untuk okupasi/jabatan “Supply Chain Manager”.

“Kompetensi ini diperlukan untuk meningkatkan kinerja logistik dan rantai pasok untuk semua perusahaan,” tutur dia.

Diantaranya terkait manufaktur, distributor, transportasi, pergudangan, jasa logistik terintegrasi, kurir, ritel, dan lain-lain.

Sertifikasi kompetensi profesi itu dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifkasi Profesi (BNSP) sebagai lembaga resmi negara, sehingga merupakan pengakuan kompetensi yang bersifat nasional.

Ketua Umum ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi, menambahkan bahwa selain sertifikasi kompetensi profesi dari BNSP, untuk sektor logistik juga ada beberapa pendidikan dan pelatihan khusus di bidang freight forwarding dan logistik yang berstandar internasional.

“Seperti Basic Freight Course,
FIATA Diploma International Freight Forwarder, dan FIATA Higher Diploma in Supply Chain Management (HDSCM) yang diselenggarakan ALFI Institute,” kata Yukki.

Pendidikan yang fokus di bidang jasa jasa logistik dikembangkan untuk menghasilkan SDM yang berkualitas dan mempunyai keahlian khusus di bidang logistik sebagai bagian dari manajemen rantai pasok.
(omy)