Angkasa Pura 2

BPTJ Ajak Pemangku Kepentingan Wujudkan Solusi Macet di Stasiun Palmerah

Emplasemen KoridorSelasa, 1 Agustus 2017
IMG-20170801-WA0054

IMG-20170801-WA0053

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengumpulkan sekaligus mengajak pemangku kepentingan (stakeholders) mewujudkan solusi terkait integrasi transportasi di Stasiun Palmerah dan mencari cara mengatasi kemacetan di sekitar wilayah tersebut.

Kemacetan di sekitar Stasiun Palmerah menurut Kepala BPTJ Bambang Prihartono, cukup parah, karena ada beberapa sumbatan yang membuat lalu lintas menjadi tersendat.

“Kemacetan di Stasiun Palmerah ini akibat penataannya yang belum rapih, mulai dari parkir, angkot ngetem, dan integrasi dengan moda lain usai turun dari kereta belum ditata dengan baik,” kata Bambang Pri di Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Sebelumnya pada pekan lalu, BPTJ telah membahas masalah integrasi di Stasiun Palmerah dengan pihak PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Dishub DKI Jakarta, Bina Marga, Bapeda DKI Jakarta dan pihak lainnya.

Dari hasil rapat tersebut, disepakati akan dibangun lahan parkir bertingkat di Stasiun Palmerah sebagai langkah membangun fasilitas intermoda yang memadai di sekitar stasiun.

“Kita punya desain. Rencananya parkir motor dialokasikan di atas. Di bawahnya bus TransJakarta. Jadi arus lalu lintas tidak terganggu,” kata dia.

Permasalahan lain yang ditemui di Stasiun Palmerah ditambahkan Bambang Pri, banyaknya ojek online yang mangkal menunggu orderan dan angkot yang ngetem. Hal ini menyebabkan aliran lalu lintas terhambat dan memerlukan segera dibuatkan fasilitas integrasi antarmoda.

“Untuk mengatasi banyaknya ojeg yang mangkal dan memakan jalan untuk laju kendaraan, maka perlu segera dibuatkan kantong parkir agar lalu lintas di sekitar stasiun tidak tersendat,” imbuhnya.(omy)