Angkasa Pura 2

Berbiaya Rp11 Triliun, Jalur Kereta Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu-Padang Dibangun Tahun Depan

Dermaga EmplasemenRabu, 2 Agustus 2017
??????????

BENGKULU (BeritaTrans.com) – Jalur kereta api (KA) dengan biaya Rp11 triliun dari Pulau Baai, Kota Bengkulu, ke Kota Padang, dibangun mulai tahun 2018.

Kepastian itu setelah Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah melakukan penandatanganan naskah kerja sama dengan Direktur PT Pelindo II Elvyn G Massasya, pimpinan PT Trans Rentang Nusantara, Indra Jaya Putra Januar dan Manajer PT IPC Bengkulu Drajat Sulistyo, di Bengkulu, Selasa (1/8/2017).

Plt Gubernur Bengkulu mengatakan, setelah penandatanganan tinggal realisasikan di lapangan. Untuk itu, Pemprov Bengkulu telah memerintahkan dinas teknis agar mengawal proses perizinan. “Saya sudah instruksikan untuk mendampingi investor dalam proses pengurusan izin, termasuk meminta peran aktif pemerintah kabupaten yang akan dilalui jalur rel kereta api tersebut,” ujarnya.

Selain itu, warga yang lahannya terkena proyek, agar tidak menuntut ganti rugi berlebihan, sehingga pembebasan lahan berjalan lancar. “Saya minta dinas instansi terkait menyosialisasikan rencana ini kepada masyarakat, khususnya warga yang terkena pembangunan, sehingga proses pembebasan lahan berjalan lancar,” ujarnya.

Sementara Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Massasya mengatakan, PT Pelindo II (Persero) sebagai pihak pengelola pelabuhan di Indonesia memiliki komitmen memberikan kontribusi terhadap negara dan daerah, khususnya Bengkulu. “Apalagi dengan potensi Bengkulu, sangat layak dikembangkan guna menjamin akses distribusi keluar dan masuknya barang,” ujarnya.

Untuk itu, Pelindo II akan membangun infrastruktur pendukung ke Pelabuhan Pulau Baai, berupa terminal peti kemas, terminal curah dan cair, serta pembangunan kawasan industri. “Rencana Pelindo menopang perekonomian Bengkulu tidak terwujud, apabila Pemerintah Daerah Bengkulu, DPRD dan pihak terkait tidak mendukungnya,” ujarnya.

Untuk itu, Dirut Pelindo II mengharapkan dukungan seluruh stakeholder di Bengkulu.

Sementara Direktur PT Trans Rentang Nusantara Indrajaya Putra Januar, selaku pihak yang menggerjakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) di Bengkulu, menyatakan, untuk pekerjaan fisik di lapangan diperkirakan dimulai pada pertengahan tahun depan. Masih ada tahapan yang dilalui, seperti studi kelayakan analisa mengenai dampak lingkugan (Amdal) dan Detail Engineering Design (DED).

Dia berharap dukungan pemerintah daerah dalam pengurusan izin dan proses ganti rugi lahan. “Kita menargetkan proyek dengan total investasi Rp 11 triliun lebih ini, diharapkan rampung pada 2021 mendatang,” kata dia.

Dia mengatakan, jalur rel kereta api yang menghubungkan Kota Padang menuju Pelabuhan Pulau Baai, bisa untuk angkutan barang maupun penumpang. (lia/su,ber beritasatu.com).

loading...