Angkasa Pura 2

Inilah Proyek Infrastruktur Yang Dikerjakan Indonesia – Jepang

Dermaga EmplasemenRabu, 2 Agustus 2017
Menhub ke UI

DEPOK (Beritatrans.com) – Kerjasama di sektor transportasi antara Indonesia dan Jepang telah berjalan selama bertahun-tahun. Kedua negara telah menjalin erat persahabatan dan kerjasama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dengan Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism of Japan telah menandatangani Memorandum of Cooperation di Sektor Transportasi pada tanggal 3 Desember 2010 oleh Wakil Menteri kedua negara.

Memorandum Kerjasama ini bertujuan untuk mengembangkan transportasi dengan pembuatan kebijakan serta pengembangan infrastruktur antara Indonesia dan Jepang. Hal ini juga dapat meningkatkan pertukaran pengetahuan, kebijakan, teknologi dan pengalaman yang menguntungkan kedua belah pihak sebagai upaya untuk meningkatkan hubungan persahabatan kedua negara.

“Di antara proyek-proyek strategis transportasi yang dikembangkan antara Indonesia dan Jepang adalah MRT, Pelabuhan Patimban dan Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya,” kata Menhub Bdui Karya Sumadi di kampus UI, Depok, Selasa (1/8/2017).

Menurutnya, proyek MRT menggunakan pinjaman dari Jepang dan telah dimulai beberapa tahun yang lalu serta ditargetkan selesai pada tahun 2020.

“Karena kita ingin sekali membuat angkutan massal sebagai suatu solusi. Kita punya masalah yang besar diangkutan massal baik itu di pusat kota, maupun antar kota. Kita melihat di Jakarta MRT menjadi suatu keunggulan dan akan terus kita dorong.” tambah Menhub.

Fase pertama MRT Lebak Bulus – Dukuh Atas telah mencapai tahap akhir. Rencananya MRT disertakan dengan tahap kedua untuk perpanjangan rute Utara – Selatan (Dukuh Atas – Kampung Bandan), serta MRT Jalur Timur – Barat.

Mengenai rencana pembangunan MRT Jalur Timur – Barat, akan diadakan studi kelayakan terlebih dahulu, dengan demikian dimiliki ruang yang lebih luas dalam mengatur rencana pembangunan MRT Jalur Timur-Barat tersebut.

Lebih lanjut Menhub mengatakan proyek Indonesia-Jepang lainnya yaitu Pelabuhan Patimban yang memiliki kapasitas 1 juta TEUs dan 600 ribu mobil per tahun. Pengembangan Pelabuhan Patimban didanai oleh Jepang dalam skema pinjaman.

Tahap 1 ditargetkan selesai pada 2019. Progres sampai bulan Juli 2017 adalah dokumen perencanaan yang meliputi studi kelayakan dan AMDAL telah selesai dilakukan dan saat ini sedang dalam proses pengadaan lahan, DED, serta proses tender.

Menhub mengatakan Pelabuhan Patimban diharapkan menjadi suatu kelengkapan dari Pelabuhan Tanjung Priok karena menurutnya Pelabuhan Tanjung Priok akan dijadikan hub.

“Dengan adanya Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Patimban ini menjadi satu, paling tidak selama tiga tahun volumenya akan meningkat menjadi dua kali lipat,” kata Menhub.

KA Kecepatan Tinggi

Proyek lain, menurut Menhub adalah kereta api berkecepatan tinggi Jakarta – Surabaya. Pemerintah Indonesia bermaksud untuk memodernisasi jalur kereta api antara Jakarta – Surabaya agar kecepatan kereta api dapat lebih cepat.

Panjang lintasan kereta api cepat Jakarta – Surabaya direncanakan adalah 685,4 km dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 2 jam 51 menit. Kereta api cepat Jakarta-Surabaya direncanakan akan menghubungkan kota Jakarta, Cirebon, Semarang dan Surabaya.

Guna melaksanakan rencana peningkatan kecepatan kereta api rute Jakarta – Surabaya tersebut, maka Pemerintah Indonesia bermaksud mengundang mitra asing yang berkompeten untuk bersama-sama membangun jalur kereta Jakarta – Surabaya dengan kecepatan tinggi.

“Dalam kesempatan ini saya juga mengundang teman-teman UI berpartisipasi dalam proyek ini, karena proyek ini sangat prestisius. Dengan proyek ini maka Jawa barat memiliki 2 proyek yang besar yakni Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati,” tutup Menhub.(helmi)

loading...