Angkasa Pura 2

Pembangunan Infrastruktur Transportasi Harus Meminimalisir Dampak Negatifnya

Koridor SDMRabu, 2 Agustus 2017
Djoko Setijowarno

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pemerintah perlu mengembangkan pola pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi yang humanis, ramah lingkungan dan berwawasan ke depan. Pembangunan proyek infrastruktur harus meminimalisir dampak negatif yang mungkin ditimbulkan.

“Banyak proyek transportasi seperti jalan tol, light rail transit (LRT) dan lainnya berpotensi menggusur pemukiman warga atau lahan pertanian yang produktif,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijppranoto Semarang Djoko Setijowarno, ST, MT kepada Beritatrans.com di Jakarta, kemarin.

Proyek tol Trans Jawa misalnya, lanjut dia, akan melintasi sejumlah pemukiman warga atau lahan pertanian yang produktif. “Proyek tersebut harus dibangun sebaik mungkin, mengindari penggusuran dan lebih mengedepankan aspek pemberdayaan masyarakat sekitar proyek jalan tol tersebut,” jelas Djoko.

Ketua MTI Jawa Tengah itu menambahkan, resiko serupa juga terjadi untuk proyek LRT terutama di Palembang dan sejumlah daerah lain di Indonesia. “Proyek ini berpotensi menggusur pemukiman atau lahan pertanian masyarakat. Jika tak disikapi dengan baik, bisa memicu masalah sosial lainnya, seperti penambahan rakyat miskin, munculnya aksi premanisme di lokasi proyek dan lainnya,” sebut Djoko.

Kalau proyek LRT di Jakarta masih lumayan, karena dibangun menyusuri jalan tol yang nota bene sudah dibebaskan lebih dahulu. “Namun proyek LRT di daerah lain seperti Palembang atau rencana LRT di Surabaya bisa jadi akan menggusur pemukiman warga atau lahan pertanian yang sudah eksis sebelumnya,” terang Djoko.

Dia menambahkan, dalam setiap pembangunan infrastruktur bahkan pembangunan secara umum pasti ada pihak-pihak tertentu yang tidak puas atau dirugikan. Namun semaksimal mungkin harus ditekan dampak negatif yang bakal ditimbulkan itu.

“Ini tantangan bagi Pemerintahan Jokowi-JK untuk membangun dengan meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan. Jangan sampai membangun tapi justru memicu masalah sosial lain yang lebih besar dampaknya bagi masyarakat,” tandas Djoko Setijowarno.(helmi)

loading...