Angkasa Pura 2

Bandara Jenderal Sudirman Akan Dibangun Dengan Biaya Rp350 Miliar & Dikelola PT Angkasa Pura II

BandaraJumat, 4 Agustus 2017
images (6)

PURBALINGGA (BeritaTrans.com) – Bandara Jenderal Sudirman, Purbalingga, Jawa Tengah, mulai beroperasi tahun 2020. Anggaran Rp350 miliar disiaplan untuk membangun andara yang akan dikelola PT Angkasa Pura II itu.

Pembangunan yang akan dimulai tahun 2018 itu dengan skema Pemkab Purbalingga mendapat jatah pengadaan lahan untuk landasan pacu (runway) dengan anggaran Rp28 miliar.

Tahun ini pengadaan lahan ditargetkan selesai. Saat ini proses pengadaan lahan masih tahap pembebasan tanah seluas 5 hektare untuk memperpanjang runway sekitar 2.000 meter.

Untuk kelanjutannya, akan diserahkan ke PT Angkasa Pura II (Persero) untuk dikembangkan menjadi bandara komersial.

“Kami sudah anggarkan dalam APBD Perubahan. Pembebasan tanah sekitar 4,5 hektar di Kemangkon. Harapannya, pada tahun 2018, DED selesai. Kemudian pada tahun 2018-2019 akan ditangani oleh Angkasa Pura II dan akan dibangun,” tutur Bupati Purbalingga Tasdi dalam rapat paripurna, Senin (31/7).

Tasdi mengatakan, saat rakernas Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Jakarta, Presiden RI Joko Widodo menegaskan perintah pembebasan lahan.

“Presiden mengatakan jika Purbalingga diminta memenuhi lahannya, kurang lebih kebutuhan 5 hektare,” kata dia dilansir Radar Banyumas (Jawa Pos Group).

Lebih lanjut dia mengatakan, usai Bandara Jenderal Soedirman yang statusnya saat ini masih milik TNI AU ditangani PT Angkasa Pura II, akan dialokasikan anggaran Rp350 miliar untuk pembangunan dan pengembangan runway dari 800 meter menjadi 2.000 meter.

“Harapannya sesuai arahan Presiden RI, tahun 2020 sudah bisa resmi operasional. Yaitu menjadi bandara domestik regional Indonesia dengan pengembangan runway,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Purbalingga Tongat membenarkan adanya anggaran Rp 28 miliar untuk pengadaan lahan. Sesuai surat dari kementerian yang meminta segera diselesaikan pengadaan lahan.

“Tahunya kami akan dianggarkan di APBD 2018. Tapi karena ada surat dari pusat, maka disepakati tim anggaran dan dewan,” ujar Tongat. (mir/sumber jawapos.com).

loading...