Angkasa Pura 2

Kerjasama dan Komunikasi Antar Instansi Jadi Kunci Penurunan Lakalantas Pada Angleb 2017

Aksi Polisi KoridorJumat, 4 Agustus 2017
Menhub FGD Luwansa1

JAKARTA (Beritatrans.com) – Penurunan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) khususnya angkutan umum tidak lepas dari kerjasama antar instansi. Pada angkutan Lebaran 2017, Kementerian Perhubungan telah melakukan inspeksi (ramp check) terhadap 47 ribu lebih bus angkutan umum yang terdaftar. Hasilnya terdapat sekitar 16 ribu kendaraan (30%) yang tidak memenuhi persyaratan laik jalan dengan kadar yang ringan sampai yang berat.

“Hasil ramp check lebih dari 30 persen kendaraan tidak laik. Data ini kita bagikan kepada instansi lain seperti Polisi dan Dishub sehingga di lapangan bisa dilakukan penindakan. Hasilnya pada angkutan Lebaran kemarin terjadi penurunan angka kecelakaan karena kendaraan yang tidak memiliki stiker hasil ramp check ditindak dan tidak diperbolehkan jalan. Kerjasama ini menjadi suatu hal yang berhasil karena kita tinggalkan ego sektoral,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada acara Focus Group Discussion (FGD) Keselamatan Transportasi Publik Jalan Raya di Hotel JS Luwansa, Jakarta (3/8/2017).

Kendati jumlah kecelakaan pada masa angkutan Lebaran 2017 (2.763 kejadian) lebih menurun dibanding tahun 2016 (4.176 kejadian), namun jumlah kecelakaan yang melibatkan angkutan umum masih cukup besar dan memprihatinkan (1.243 kejadian atau 45 % melibatkan angkutan umum/barang).

“Untuk itu perhatian kita terhadap pembangunan keselamatan jalan harus terus ditingkatkan. Kita tidak boleh lengah, keselamatan di jalan harus tetap diupayakan secara lebih giat lagi,” tutur Menhub.

Menhub mengatakan Kementerian Perhubungan selaku leading sector perwujudan safer vehicle yang menjadi pilar ke-3 dari lima pilar penanganan keselamatan jalan di Indonesia, telah melakukan beberapa langkah nyata, yaitu :

- Tahun 2015, diterbitkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 26 tahun 2015 tentang Standar Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;

- Tanggal 25 April 2017 telah dikeluarkan Instruksi Menteri Perhubungan Nomor: IM.10 tahun 2017 tentang Pemeriksaan Kelaikan Sarana Transportasi

Dengan dasar peraturan dan instruksi Menteri Perhubungan secara berkelanjutan dilaksanakan inspeksi (ramp check) terhadap Bus Antar Kota Antar Provinsi, Bus angkutan dalam Provinsi dan Angkutan Pariwisata. Tujuannya untuk memastikan kelaikan kendaraan, Kesiapan pengemudi dan ketertiban administrasi, kendaraan.

Menhub menekankan keselamatan merupakan hal yang paling esensial dalam penyelenggaraan transportasi, karena kecelakaan menimbulkan kerugian yang sangat besar, baik yang menyangkut manusia maupun harta bendanya.

Kecelakaan mengakibatkan sejumlah manusia meninggal dunia, mengalami kecacatan atau luka berat, kerugian material, kerusakan prasarana dan fasilitas umum. Menurut data, di Indonesia, rata-rata 3 orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan jalan.(helmi)