Angkasa Pura 2

Dibuka Capt. Mashudi Rofik, 512 Catar BP2IP Barombong Ikut Diklat Madatukar

SDMMinggu, 6 Agustus 2017
Capt. Rofik Serahkan Catar

“>IMG-20170806-WA0044

MAKASSAR (Beritatrans.com) - Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Barombong, Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) Dr. Capt. Mashudi Rofik, M.Sc membuka Diklat Masa Dasar Pembentukan Karakter (Madatukar) calon taruna baru tahun 2017/2018. Pembukaan Diklat Madatukar dilaksanakan di Lapangan Upacara BP2IP Barombong, Senin (31/7/2017).

Ini merupakan kegiatan resmi pertama Capt. Mashudi Rofik sebagai Kepala BPIP Barombong, setelah resmi dilantik menggantikan koleganya H.Irwan, M.Pd, M.Mar.E.

Dikatakan Capt. Rofik, total peserta Diklat Madatukar adalah 512 orang calon taruna (catar). Mereka meliputi taruna Program Diklat Pelaut (DP) - 3 sebanyak 212 orang, dengan perincian taruna Program Studi (Prodi) Nautika sebanyak 114 orang, siswa Prodi Teknika sebanyak 98 orang.

Selanjutnya siswa Program DP-4 sebanyak 270 orang. Mereka terdiri dari taruna Prodi Nautika sebanyak 157 orang dan taruna Prodi Teknika sebanyak 113 orang.

Sementara, peserta Program DP-5 sebanyak 31 orang siswa. Mereka itu meliputi Prodi Nautika sebanyak 3 orang dan Prodi Teknika sebanyak 18 orang.

Capt. Rofik menambahkan, peserta Diklat Madatukar seharusnya 513 orang. Tapi satu orang sakit, sehingga tidak bisa mengikuti jalannya diklat di kampus BP2IP Barombong.

“Jumlah keseluruhan catar adalah 512 orang. Jumlah itu berkurang satu orang karena sakit, atas nama Afdal Razidik dari Prodi Nautika,” terang Capt. Rofik.

Catar Barombong2

Jalani Masa Basis

Diklat Madatukar catar BP2IP Barombong akan dilaksanakan selama 10 hari kerja. “Mereka ditangani langsung oleh instruktur dari Marnir TNI-AL,” tukas Capt. Rofik.

Setelah selesai Diklat Madatukar, tambah alumni PIP Semarang itu, seluruh taruna BP2IP Barombong akan memasuki masa basis pembentukan karakter taruna pelaut.

“Selama tiga bulan mereka harus hidup dan tinggal di dalam kampus, dan diawasi dan diasuh oleh instruktur TNI-AL. Selama itu pula, mereka tidak boleh pulang ke rumah dan tidak boleh dibezuk oranmg tua atau keluarganya,” tandas Capt. Rofik.(helmi)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari