Angkasa Pura 2

Kapal Paralon Karya Anak Bangsa Berhasil Dibangun di Pekalongan

Dermaga Kelautan & PerikananMinggu, 6 Agustus 2017
IMG-20170806-WA0008

IMG-20170806-WA0007

PEKALONGAN  (Beritatrans.com) –
Kapal dengan kontruksi bahan baku didasarnya dengan paralon berhasil dibangun dan diciptakan anak bangsa ini. Kapal tersebut diklaim lebih stabil ditengah laut meski ombak besar, hemat bahan bakar dan bisa juga digunakan untuk kapal penumpang.

Kapal buatan PT Berkah Marine, Pekalongan Jawa Tengah itu kini sudah mulai dipesan pembeli, salah satu koperasi  perikanan lokal daerah tersebut.

“Kita baru membangun  dua kapal seperti ini. Salah satunya pesanan koperasi perikanan di Pekalongan,”  kata Dirut PT Berkah Marine Agus Triharsito menjawab Beritatrans.com disela-sela kunjungan Menhub Budi Karya, Sabtu (5/8/2017).

Di depan Menhub, Agus juga menunjukkan bahwa pihaknya sudah mendapatkan sertifikat keselamatan dari syahbandar dan juga Undip khususnya Fakultas Kelautanvdan Perikanan.

Meski diakui,  Agus, kapal paralon yang dibangunnya perlu disempurnakan dan memenuhi aspek kelaikan dan keselamatan dari pihak berwenang.

Kapal paralon ini banyak menggunakan komponen lokal bahkan hampir 100%. Lambung dan design interior kapal bisa dibuat dari kayu, fiber atau lainnya yang nota bene buatan dalam negeri.

 ”Kapal dengan panjang 18 meter dan lebar 4 meter ini bisa mengangkut sampai 50 orang.   Jika dioperasikan untuk kapal ikan bisa membawa beban sampai 2 ton,” terang Agus.

Perlu Diuji dan Disempurnakan

Menteri Perhuhungan Budi Karya Sumadi memgapreasiasi karya anak bangsa yaitu pembuatan kapal ikan dengan paralon.  Di tengah upaya membangun dan memperkuat tol laut  ada karya anak bangsa yang cukup membanggakan.

 ”Kapal paralon ini perlu diuji dan disempurnakan lagi di BPPT. Jika sudah lolos dan memang asli karya anak bangsa bisa diajukab hak patennya,” kata Menhub usai penjauan di galangan  kapal tersebut.

Yang pasti, Kementerian Perhubungan sangat mendukung pengembangan kapal-kapal buatan dalam negeri yang baik, kuat dan berdaya saing tinggi.

 ”Untuk memperkuat tol laut maka Indonesia membutuhkan banyak kapal dan tidak semua bisa dibangun dengan dana APBN. Kita hargai jika ada halangan kapal yang mempunyai terobosan seperti ini,” tandas Menhub Budi Karya.(helmi)