Angkasa Pura 2

Program Siswa Mengenal Nusantara Sinergi AP I dan Danareksa Ditutup

Bandara SDMMinggu, 6 Agustus 2017
IMG-20170805-WA0046

IMG-20170805-WA0045

PALU (BeritaTrans.com) – Program siswa mengenal nusantara sinergi PT Angkasa Pura (AP) I dan Danareksa untuk Provinsi Sulawesi Tengah dan Riau ditutup setelah penyelenggaraan sejak 30 Juli hingga 5 Agustus 2017.

Penutupan Siswa Mengenal Nusantara (SMN) Provinsi Sulteng dan Provinsi Riau dilaksanakan Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha, Moch. Asrori bersama Corporate Secretary Danareksa, Donny Susatio Adjie disaksikan Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten I, Moh. Arif Abdul W. Latjuba, dan Dinas Pendidikan & Kebudayaan yang diwakili Kepala Bidang Guru Tenaga Kependidikan Fasilitasi Tugas Pembantuan Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi Sulteng, M. Hardiansyah serta perwakilan dari PT Bukit Asam (Persero) Tbk dan PT Perkebunan Nusantara 5.

“Kami berharap dapat tumbuh rasa bangga pada diri siswa dan generasi muda dan mengerti bahwa Indonesia sangat kaya akan budaya dan keberagaman. Kami juga berharap adik-adik siswa juga dapat menularkan semangat cinta Indonesia dan BUMN Hadir Untuk Negeri kepada teman-teman, guru-guru dan keluarga saat pulang nanti,” ujar Asrori, Ahad (6/8/2017).

Menurutnya, program SMN merupakan Program Tahunan yang digagas Kementerian BUMN dan merupakan bagian dari kegiatan BUMN Hadir untuk Negeri yang bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta Tanah Air dan memupuk persaudaraan antara sesama anak bangsa.

IMG-20170805-WA0044

Dalam Program Siswa Mengenal Nusantara tahun ini Angkasa Pura I sebagai BUMN PIC provinsi Sulteng bersama Danareksa memberangkatkan 18 siswa SMA & SMK, 2 siswa disabilitas dari Sekolah Luar Biasa, dan 5 guru pendamping untuk bertukar pengalaman dan menambah wawasan nusantara dengan 20 siswa dan 5 guru pendamping dari Provinsi Riau dari tanggal 30 Juli – 5 Agustus 2017.

“Selama periode pelaksanaan SMN, siswa asal Provinsi Riau di Palu diajak untuk tinggal dengan orang tua asuh di Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat. Siswa juga diajak untuk mengenal budaya, sejarah dan tempat wisata,” ungkap dia.

Siswa mengunjungi tempat pembuatan Tenun Donggala, tempat pembuatan bawang goreng yang merupakan oleh-oleh khas Kota Palu, Museum Sulawesi Tengah, Makam Bersejarah Dato’ Karama, Pantai Tanjung Karang, Tugu Perdamaian dan Anjungan Nusantara di Pantai Talise.

Tak lupa untuk menambah wawasan pendidikan, siswa asal Provinsi Riau juga menyempatkan mengujungi sekolah seperti SMA N 1 Palu, SMA Al Azhar Mandiri Palu dan Universitas Tadulako.

“Kami sangat senang dan terbuka untuk menerima kedatangan duta-duta pelajar terbaik dari provinsi lainnua untuk mengenal dan mempelajari kekayaan seni kebudayaan khas Sulawesi Tengah secara mendalam,” ujar Asisten I Gubernur Sulteng Moh. Arif. (omy)

loading...